-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Longsor Cisarua Telan Puluhan Rumah, 82 Warga Masih Hilang di Bawah Material Tanah

25 January 2026 | January 25, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T02:50:26Z

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu 24 Januari 2026.



D'On, Cisarua, Bandung Barat — Bencana tanah longsor berskala besar mengguncang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peristiwa memilukan yang terjadi pada Sabtu dini hari (24/1/2026) itu hingga kini meninggalkan duka mendalam. Sebanyak 82 orang masih dinyatakan hilang, tertimbun material longsoran yang menutup rapat permukiman warga.


Operasi pencarian dan pertolongan terus digencarkan sejak hari pertama. Hingga Minggu pagi (25/1/2026), delapan korban meninggal dunia berhasil ditemukan, sementara 23 warga lainnya selamat dengan berbagai luka, mulai dari patah tulang hingga trauma berat.


Longsor dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama berjam-jam. Lereng tanah yang labil akhirnya runtuh dan meluncur deras, meluluhlantakkan sedikitnya 30 unit rumah warga di Desa Pasirlangu. Sebagian besar rumah terkubur nyaris tanpa sisa.


“Material longsor sangat tebal dan luas. Ini menjadi tantangan besar dalam proses pencarian korban,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, di lokasi kejadian.


Terjadi Saat Warga Terlelap


Tragedi ini terjadi ketika sebagian besar warga masih terlelap. Tanpa peringatan, longsoran datang menghantam rumah-rumah yang berada di kaki lereng. Kondisi tersebut membuat upaya penyelamatan mandiri hampir mustahil dilakukan.


Beberapa warga yang selamat mengaku hanya sempat berteriak sebelum rumah mereka terseret tanah. Suara gemuruh keras disusul kegelapan total menjadi detik-detik terakhir yang mereka ingat sebelum dievakuasi warga sekitar.


Medan Sulit, Alat Berat Terbatas


Proses pencarian korban menghadapi hambatan serius. Tebalnya timbunan tanah, bercampur batu dan pepohonan, membuat alat berat tidak bisa bergerak leluasa. Selain itu, struktur lereng yang masih tidak stabil memaksa tim SAR bekerja ekstra hati-hati.


Evakuasi manual pun dilakukan di sejumlah titik krusial, melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga setempat. Setiap penggalian dilakukan perlahan demi menghindari longsor susulan yang bisa mengancam keselamatan tim penyelamat.


Pengungsian Diselimuti Isak Tangis


Sementara itu, posko darurat dipusatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Ratusan warga mengungsi, kehilangan rumah sekaligus anggota keluarga. Bantuan logistik berupa matras, selimut, dan perlengkapan tidur telah disalurkan oleh BNPB, namun suasana duka masih menyelimuti lokasi.


Tangis pecah di tenda pengungsian ketika nama-nama korban yang belum ditemukan kembali dibacakan. Banyak warga berharap, meski peluang kian menipis, anggota keluarga mereka masih bisa ditemukan.


Waspada Longsor Susulan


Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemutakhiran data korban secara berkala untuk memastikan keakuratan identitas. Di saat bersamaan, pemantauan intensif dilakukan terhadap potensi longsor susulan, mengingat cuaca ekstrem masih melanda wilayah Bandung Barat.


Hingga kini, operasi SAR masih terus berlangsung dengan fokus utama menemukan korban hilang. Tragedi longsor Cisarua menjadi pengingat pahit akan rapuhnya kawasan rawan bencana, sekaligus menorehkan duka mendalam bagi warga Bandung Barat.


(B1)


#Peristiwa #LongsorCisarua

×
Berita Terbaru Update