-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jamin Independensi BI, Thomas Djiwandono Tegaskan Tak Lagi Jadi Kader Gerindra

26 January 2026 | January 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T16:28:46Z

Thomas Djiwandono terpilih sebagai deputi gubernur Bank Indonesia



D'On, Jakarta Thomas Djiwandono menegaskan komitmennya menjaga independensi Bank Indonesia (BI) dengan memastikan dirinya telah sepenuhnya lepas dari afiliasi politik. Penegasan itu disampaikan langsung di hadapan Komisi XI DPR RI saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Senin (26/1/2026).


Di tengah sorotan publik terhadap netralitas bank sentral, Thomas mengklarifikasi secara terbuka status keanggotaannya di Partai Gerindra. Ia menyatakan telah melepaskan seluruh jabatan struktural sejak Maret 2025 dan secara resmi mengakhiri keanggotaan partai per 31 Desember 2025.


Langkah tersebut, menurut Thomas, bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari komitmen personal dan profesionalnya untuk memastikan Bank Indonesia tetap berdiri independen, kredibel, dan bekerja sepenuhnya berdasarkan amanat undang-undang.

 

“Maret 2025 saya sudah tidak menjadi bendahara umum. Sebelumnya saya menjabat bendahara umum Partai Gerindra selama 17 tahun,” ujar Thomas kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.


Thomas mengungkapkan, keputusan mundur dari jabatan strategis di internal Gerindra juga didorong oleh semangat regenerasi kepemimpinan di partai politik tersebut.

 

“Saya waktu itu memutuskan meminta izin untuk tidak lagi menjadi bendahara umum karena perlu ada regenerasi,” jelasnya.


Tak berhenti di situ, Thomas menegaskan bahwa dirinya kini sudah tidak memiliki ikatan keanggotaan dengan Partai Gerindra. Status tersebut, kata dia, efektif berakhir sejak akhir 2025.

 

“Saya juga bukan anggota Gerindra per 31 Desember 2025. Ini adalah komitmen saya terhadap independensi Bank Indonesia dan rasa profesionalisme saya,” tegas Thomas.


Dalam sesi uji kelayakan dan kepatutan, Thomas bahkan secara langsung memperlihatkan bukti pengunduran dirinya sebagai kader partai kepada anggota Komisi XI DPR RI. Ia menilai transparansi ini penting untuk menghilangkan keraguan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi bank sentral.


Menurut Thomas, independensi Bank Indonesia merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta kepercayaan pasar, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.


Setelah melalui rangkaian uji kelayakan dan kepatutan, Komisi XI DPR RI secara resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia yang baru. Ia akan menggantikan posisi Juda Agung.


Pengumuman keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, seusai seluruh tahapan seleksi rampung pada Senin (26/1/2026) sore.


Dalam proses seleksi, Thomas berhasil unggul dari dua kandidat lainnya, yakni Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (Asisten Gubernur) BI Solikin M. Juhro serta Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono.


Selanjutnya, penetapan Thomas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk mendapatkan pengesahan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/1/2026).


Dengan latar belakang panjang di dunia keuangan dan pengalamannya lintas sektor, penunjukan Thomas diharapkan dapat memperkuat peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, sekaligus menegaskan kembali posisi BI sebagai lembaga independen yang bebas dari pengaruh politik praktis.


(B1)


#Nasional #Perbankan #ThomasDjiwandono #BankIndonesia

×
Berita Terbaru Update