Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gaji Tertunggak dan Temuan BPK Rp5,2 Miliar, Trans Padang Berhenti Total


Sopir Trans Padang Demo di Depan Balaikota Akibat 3 Bulan Gaji Belum Dibayar 

D'On, Padang 
— Layanan Bus Trans Padang lumpuh total pada Selasa (31/12/2025) setelah puluhan sopir melakukan mogok massal di depan Balai Kota Padang, Aia Pacah. Aksi ini dipicu oleh gaji sopir yang belum dibayarkan hingga tiga bulan serta belum adanya kejelasan kontrak dan Bantuan Operasional Khusus (BOK) antara operator dan Pemerintah Kota Padang.

Sedikitnya 54 unit bus dari Koridor 1 hingga 6 tidak beroperasi, menyebabkan ribuan penumpang terlantar. Mogok ini juga menyeret perhatian publik pada temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terkait pengelolaan operasional Trans Padang senilai Rp5,291 miliar.

Dalam laporan hasil pemeriksaan, BPK RI menemukan adanya permasalahan dalam tata kelola dan penggunaan anggaran operasional layanan Trans Padang. Temuan tersebut dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap kelancaran pembayaran hak sopir dan keberlanjutan operasional transportasi massal tersebut.

Sejumlah sopir menyebutkan bahwa kondisi ini bukan pertama kali terjadi dan terus berulang tanpa penyelesaian tuntas. Mereka menilai temuan BPK seharusnya menjadi alarm serius bagi Pemko Padang untuk segera melakukan pembenahan sistem pengelolaan Trans Padang.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Selasa (30/12/2025) tidak mendapatkan balasan terkait persoalan tersebut.

Ketiadaan respons dari pihak Dinas Perhubungan menambah kekecewaan para sopir dan memperpanjang ketidakpastian layanan Trans Padang. Masyarakat pun berharap Pemerintah Kota Padang segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini agar transportasi publik andalan warga kembali beroperasi normal.

(Mond)

#Peristiwa #MogokKerja #TransPadang #Padang