D'On, Padang — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang menghadiri Kegiatan Asistensi Inovasi Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, pada Senin, 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah serta mematangkan langkah Kota Padang menuju perannya sebagai tuan rumah inovasi nasional tahun 2026.
Asistensi ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah se-Kota Padang dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi daerah, sekaligus memastikan inovasi-inovasi yang telah meraih prestasi tidak berhenti pada capaian administratif, tetapi terus dikembangkan agar memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bappeda Kota Padang menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi, mulai dari tahap perencanaan, implementasi, hingga pengembangan dan replikasi. Kota Padang didorong untuk tidak hanya berfokus pada jumlah inovasi, tetapi juga pada nilai manfaat, efektivitas, dan kontribusi inovasi terhadap penyelesaian permasalahan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menyambut baik pelaksanaan asistensi ini. Menurutnya, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja birokrasi, bukan sekadar kewajiban dalam penilaian kinerja.
“Inovasi bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk memperbaiki layanan publik. Bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, inovasi harus mampu menjawab tantangan literasi, transformasi digital, serta akses informasi dan kearsipan yang cepat, inklusif, dan berkelanjutan,” tegas Heriza Syafani.
Ia menambahkan bahwa penunjukan Kota Padang sebagai tuan rumah inovasi nasional tahun 2026 merupakan momentum penting untuk menunjukkan kesiapan daerah, baik dari sisi tata kelola, sumber daya manusia, maupun kualitas inovasi yang dihasilkan.
“Menjadi tuan rumah inovasi nasional bukan hanya soal seremoni, tetapi tentang kesiapan ekosistem. Inovasi yang telah meraih prestasi harus terus dikembangkan, diperkuat dampaknya, dan direplikasi agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Padang,” ujarnya.
Heriza juga menekankan bahwa inovasi di bidang perpustakaan dan kearsipan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam penguatan literasi masyarakat, pelestarian memori kolektif daerah, serta pengambilan kebijakan berbasis data dan arsip yang akurat.
Melalui kegiatan asistensi ini, diharapkan seluruh perangkat daerah, termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, semakin siap dalam menyusun dan mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, selaras dengan visi pembangunan Kota Padang yang maju, cerdas, dan berdaya saing.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, inovasi daerah diharapkan terus tumbuh dan berkembang sebagai fondasi utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, efektif, dan humanis bagi seluruh masyarakat Kota Padang.
(Mond)
#Padang #DinasPerpustakaandanArsip
