D'On, Padang — Tidak semua pekerjaan dimulai dari ruang ber-AC atau meja kantor yang bersih. Di Jalan Andalas, Kecamatan Padang Timur, pagi itu justru diawali dengan bau tanah basah, air keruh yang menggenang, dan lumpur yang menempel di sekujur tubuh. Di sanalah para petugas teknik lapangan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang menjalankan tugasnya pekerjaan sunyi yang jarang terlihat, namun dampaknya dirasakan ribuan warga.
Di dalam lubang galian sedalam dada orang dewasa, Eko berdiri dengan kaki terbenam lumpur. Tangannya cekatan mengatur sambungan pipa yang menjadi nadi distribusi air bersih. Sesekali air keruh menyiprat, namun tak sedikit pun mengganggu konsentrasinya. Bagi Eko dan rekan-rekannya, kondisi seperti ini bukan hal luar biasa. Ini adalah keseharian.
“Balunau seperti ini sudah biasa,” katanya sambil tersenyum tipis.
“Yang penting, air tetap mengalir ke rumah warga dan kualitasnya sesuai standar kesehatan.”
Kalimat itu terdengar sederhana. Namun di baliknya tersimpan tanggung jawab besar. Air bersih bukan sekadar kebutuhan, melainkan penopang utama kehidupan untuk memasak, mencuci, beribadah, hingga menjalankan roda ekonomi masyarakat.
Menjaga Aliran Kehidupan dari Bawah Tanah
Pekerjaan petugas lapangan Perumda AM tidak berhenti pada perbaikan pipa bocor. Mereka juga memastikan tekanan air stabil, jaringan distribusi terawat, dan pasokan air merata hingga ke ujung-ujung kota. Semua dilakukan dari bawah tanah, jauh dari sorotan publik.
Risiko selalu mengintai, terutama saat menangani pipa utama atau pipa bertekanan tinggi. Salah perhitungan sedikit saja, bisa berakibat fatal.
“Karena itu kami selalu ingatkan masyarakat, jangan pernah mencoba memperbaiki sendiri pipa utama yang bocor,” ujar Eko dengan nada serius.
“Itu berbahaya. Lebih baik segera lapor ke petugas resmi.”
Perumda AM Kota Padang membuka layanan pengaduan melalui contact center di nomor (0751) 22789 atau 0811669123. Menurut Eko, laporan warga yang cepat dan detail sangat membantu percepatan penanganan.
Ia lalu menunjuk ke arah sebuah usaha laundry di gang samping lokasi galian.
“Pemilik laundry itu langsung melapor begitu melihat kebocoran. Berkat laporan cepat, kami bisa segera turun dan mencegah kerusakan yang lebih besar.”
Cepat, Tepat, dan Minim Gangguan
Begitu laporan masuk, tim teknis bergerak cepat. Lokasi dipetakan, jenis kerusakan dianalisis, dan peralatan disiapkan sebelum turun ke lapangan. Itulah sebabnya, sebagian besar perbaikan dapat diselesaikan tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
“Biasanya tidak lama,” jelas Eko.
“Karena kami sudah tahu apa yang harus dikerjakan. Sampai di lokasi, langsung eksekusi.”
Sementara warga kembali beraktivitas seperti biasa, para petugas perlahan naik dari lubang galian baju basah, tubuh kotor, namun pekerjaan selesai. Tidak ada tepuk tangan, tidak pula sorotan kamera. Hanya kepuasan karena satu masalah telah diselesaikan.
Pengabdian yang Mengalir Bersama Air
Ketika malam tiba dan keran kembali mengalir deras di rumah-rumah warga, sedikit yang tahu bahwa di balik itu ada peluh, lumpur, dan keberanian para petugas lapangan. Mereka bekerja dalam senyap, namun hasilnya mengalir tanpa henti.
Di balik setiap tetes air bersih yang kita gunakan, ada pengabdian yang jarang terlihat pengabdian dari mereka yang rela berendam di air keruh demi menjaga aliran kehidupan Kota Padang tetap hidup.
(Hen/Mond)
#PerumdaAirMinum #Padang
