-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BNPB: 1.189 Orang Meninggal Akibat Bencana di Sumatera, 141 Masih Hilang Ribuan Warga Mengungsi

14 January 2026 | January 14, 2026 WIB Last Updated 2026-01-14T05:52:25Z

Pengendara sepeda motor melintas di dekat rumah yang rusak parah akibat banjir bandang di Desa Buntul Kemumu, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (13/12/2025).

D'On, Jakarta —
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025. Hingga awal pekan ini, total 1.189 orang tercatat meninggal dunia, sementara 141 orang masih dinyatakan hilang.

Data tersebut mencakup tiga provinsi terdampak utama, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil pemutakhiran terbaru selama masa tanggap darurat masih berlangsung.

Rincian Korban Jiwa di Tiga Provinsi

BNPB merinci sebaran korban meninggal dunia sebagai berikut:

  • Aceh: 550 jiwa
  • Sumatera Utara: 375 jiwa
  • Sumatera Barat: 231 jiwa
  • Belum teridentifikasi: 33 jiwa

Sebagian korban masih dalam proses identifikasi, baik terkait data diri maupun lokasi penemuan, mengingat banyak wilayah terdampak sebelumnya terisolasi akibat rusaknya akses transportasi.

141 Orang Hilang, Ratusan Ribu Mengungsi

Selain korban jiwa, bencana hidrometeorologi ini juga menyebabkan dampak sosial yang sangat luas. BNPB mencatat:

  • 141 orang dinyatakan hilang
  • 195.542 jiwa terpaksa mengungsi

Jumlah pengungsi terbesar berada di Kabupaten Aceh Utara, mencapai 67.876 jiwa. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh luasnya area genangan, kerusakan infrastruktur, putusnya jaringan jalan, serta terganggunya distribusi logistik dan layanan dasar.

Fokus Pemerintah: Infrastruktur Vital & Aksesibilitas

Pemerintah pusat dan daerah kini tidak hanya berfokus pada pencarian korban. Prioritas berikutnya adalah pemulihan infrastruktur vital, terutama jembatan dan akses jalan yang menghubungkan pusat logistik dengan wilayah terdampak.

BNPB mencatat sejumlah langkah strategis:

  • Pembangunan 270 unit jembatan bailey untuk tiga provinsi terdampak
    • 20 unit telah terpasang
    • 10 unit dalam proses pemasangan
  • Pengiriman 117 unit jembatan aramco khusus untuk Aceh

Salah satu jembatan yang telah kembali berfungsi ialah Jembatan Bailey Jamur Ujung di ruas Bireuen–Takengon, yang kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.

Sementara itu, progres perakitan Jembatan Krueng Pelang di Kabupaten Aceh Tengah telah mencapai 80%. Proses ini dilakukan paralel dengan:

  • normalisasi sungai
  • pembersihan material lumpur
  • perbaikan fasilitas publik

Kegiatan tersebut melibatkan sinergi BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Pemulihan Sosial & Peringatan Dini

Abdul Muhari menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal fisik. Pemulihan layanan dasar, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat menjadi perhatian utama agar dampak sosial tidak berkepanjangan.

Ia juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan.

“Percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar merupakan kunci agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal, sekaligus meminimalkan risiko sosial dan ekonomi pascabencana,” ujarnya.

(Mond)

#BNPB #UpdateKorbanBencanaSumatera #Nasional 

×
Berita Terbaru Update