Andre Rosiade Ultimatum Penutupan Tambang Ilegal di Sumbar: “Dua Hari, Semua Harus Berhenti!”

Anggota DPR RI Andre Rosiade
D'On, Jakarta - Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, mengeluarkan pernyataan tegas yang mengguncang sektor pertambangan ilegal di daerahnya. Melalui keterangan resmi, Andre memastikan bahwa seluruh aktivitas tambang liar di Sumatera Barat akan dihentikan secara total dalam waktu paling lama dua hari ke depan.
Penertiban ini bukan hanya sekadar imbauan. Andre menegaskan langkah tersebut merupakan hasil komunikasi langsung dengan Kapolda Sumatera Barat yang dilakukan pada pagi hari. Aparat kepolisian, menurutnya, telah menyatakan kesiapan untuk turun ke lapangan dan melakukan tindakan tegas tanpa kompromi.
“Paling lama dua hari ke depan, seluruh tambang liar di Sumbar ditutup,” ujar Andre dengan nada tegas.
Penutupan Bertahap Sudah Dimulai
Andre mengungkapkan, operasi penertiban tidak dilakukan secara sporadis, tetapi menyeluruh dan terstruktur di seluruh wilayah Sumatera Barat. Sejumlah daerah disebut sudah lebih dulu ditindak.
- Pasaman dan Pasaman Barat: Penutupan telah dilakukan lebih awal
- Sijunjung dan Solok Selatan: Menyusul dalam gelombang berikutnya
Langkah ini dilakukan karena maraknya aktivitas pertambangan ilegal di daerah tersebut dinilai telah merusak lingkungan, merugikan masyarakat, dan menimbulkan konflik sosial.
Tak Hanya Operator, Pemodal dan Pemilik Alat Berat Dibidik
Tidak berhenti pada penutupan lokasi tambang, Andre menegaskan proses hukum akan menyasar seluruh pihak yang terlibat dalam praktik ilegal ini. Ia menolak keras pola lama yang hanya mengorbankan operator lapangan sementara aktor besar tetap bebas.
“Bukan hanya operator, pemodal dan pemilik alat berat juga harus diproses hukum,” tegas Andre.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum tidak akan berhenti pada “pemain kecil”, tetapi juga akan mengejar jaringan di belakang layar yang selama ini menikmati keuntungan besar dari eksploitasi lingkungan.
Momentum Akhir Bagi Tambang Liar
Andre Rosiade berharap operasi ini menjadi titik balik penghentian praktik pertambangan ilegal di Sumatera Barat. Selain merusak ekosistem, aktivitas tambang liar selama ini kerap dikaitkan dengan kerusakan sungai, longsor, hingga konflik dengan masyarakat adat dan petani.
Ia mendorong agar langkah penertiban tidak hanya bersifat sesaat, tetapi berkelanjutan dan memberikan efek jera.
“Ini momentum serius untuk menghentikan praktik tambang liar di Sumatera Barat,” kata Andre.
Masyarakat Menunggu Realisasi Janji
Pernyataan keras ini langsung memicu perhatian publik. Di berbagai daerah, masyarakat yang telah lama terdampak keruhnya sungai, debu tambang, dan rusaknya lahan pertanian kini menunggu realisasi janji dalam dua hari ke depan.
Jika langkah ini benar-benar diwujudkan, Sumatera Barat berpotensi memasuki babak baru pengelolaan sumber daya alam: lebih tertib, lebih berkeadilan, dan lebih berpihak pada kelestarian lingkungan.
Namun jika tidak, pernyataan ini akan menjadi pengingat bahwa praktik tambang ilegal bukan hanya masalah hukum tetapi juga soal keberanian politik untuk benar-benar berpihak pada rakyat dan alam.
(Mond)
#TambangIlegalSumbar
