Breaking News

Ini Wajah 7 Polisi Dalam Mobil Rantis yang Lindas Driver Ojol Affan Sampai Tewas

Tampang polisi yang melindas driver ojol Affan dengan rantis Brimob saat diperiksa Propam Polri pada Jumat (29/8/2025). (Foto: screenshot)

D'On, Jakarta
– Kasus tewasnya seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan (24) akibat terlindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob Polda Metro Jaya, kini memasuki babak baru. Publik akhirnya dapat melihat secara langsung proses pemeriksaan etik terhadap tujuh anggota polisi yang berada di dalam kendaraan maut tersebut.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri mengambil langkah berani dengan menayangkan sidang kode etik itu secara terbuka melalui akun Instagram resmi mereka, @divisipropampolri. Hingga Jumat siang (29/8) sekitar pukul 14.20 WIB, siaran langsung tersebut masih berlangsung dan menyedot perhatian ribuan netizen.

7 Polisi Duduk di Kursi Pesakitan

Dalam tayangan itu, tampak tujuh anggota polisi duduk berjejer dengan wajah tegang. Mereka mengenakan pakaian hijau bertuliskan “Titipan Patsus Divpropam Polri”, tanda bahwa mereka sementara ini dititipkan di tempat khusus (patsus) selama proses pemeriksaan berlangsung.

Ruang interogasi yang digunakan juga tidak sembarangan. Di dindingnya jelas terpampang tulisan Biro Paminal Divpropam Polri, tempat di mana kasus-kasus pelanggaran disiplin maupun etik anggota Polri digali hingga detail.

Choirul Anam memantau pemeriksaan, Jumat (29/8/2025) kepada tujuh anggota Brimob Polda Metro yang melindas Affan Kurniawan di Bidpropam Polri. Foto: Instagram/ @divisipropampolri

Identitas Polisi Terungkap

Bukan lagi sekadar bayang-bayang, kini publik mengetahui siapa saja polisi yang berada di balik tragedi maut tersebut. Dari keterangan resmi, ketujuhnya adalah:

  • Kompol CB
  • Aipda M
  • Bripka R
  • Briptu G
  • Bripda M
  • Bharaka Y
  • Bharaka G

Mereka disebut berada di dalam mobil Rantis Brimob saat insiden mengerikan itu terjadi di Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8), ketika massa aksi tengah berkumpul.

Kronologi Mencekam: Affan Terlindas Rantis

Rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial merekam detik-detik tragis itu. Affan, yang kala itu berada di sekitar lokasi aksi, terjatuh ketika mobil Rantis mencoba melintasi kerumunan massa.

Bukannya berhenti total atau menghindar, mobil sempat menahan laju sejenak, lalu mendadak kembali menancap gas. Tragis, tubuh Affan yang belum sempat bangkit justru terlindas ban berat Rantis hingga meregang nyawa di tempat.

Adegan itu membuat publik bergemuruh. Rasa marah, kecewa, hingga duka bercampur jadi satu. Pertanyaan besar pun muncul: bagaimana mungkin kendaraan milik aparat yang seharusnya menjaga keamanan justru menjadi alat yang merenggut nyawa warga sipil?

Transparansi Polri Dipertaruhkan

Divpropam Polri kini berada di sorotan. Dengan menayangkan sidang etik secara live, Polri seolah ingin menunjukkan keseriusan mereka dalam menindak anggotanya sendiri. Namun publik tetap menuntut lebih: bukan hanya sanksi etik, tapi juga proses pidana yang transparan dan adil.

Kasus ini dianggap sebagai ujian integritas institusi Polri di mata rakyat. Apakah mereka akan benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang bulu, atau justru kasus ini akan menguap begitu saja seperti banyak kasus serupa di masa lalu?

Suara Keadilan untuk Affan

Di media sosial, seruan #KeadilanUntukAffan mulai bergema. Sesama driver ojek online, aktivis HAM, hingga masyarakat sipil mendesak agar kasus ini tidak berhenti di meja Propam. Kematian Affan, kata mereka, adalah luka kolektif bagi publik yang sudah lama merasa jarak antara rakyat dan aparat semakin lebar.

Catatan Redaksi:
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Publik menantikan jawaban: apakah tujuh polisi ini hanya akan dikenai sanksi etik, ataukah akan benar-benar diproses hukum hingga ke meja hijau.

(Mond)

#MobilRantisTabrakOjol #Peristiwa #Brimob #Polisi #Viral #AffanKurniawan