Breaking News

Penembakan Brutal di Pegunungan Bintang: Teroris KKB Tewaskan Warga Asli Borme

Teroris KKB

D'On, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan,-
Sebuah insiden tragis kembali mengguncang Papua Pegunungan ketika teroris dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melancarkan aksi penembakan terhadap seorang warga sipil di Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang. Korban, Senus Lepitalen, adalah warga asli Borme dan dikenal sebagai salah satu korban penyanderaan KKB pada tahun 2023.

Kronologi Penembakan

Menurut Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Faizal Ramadhani, penembakan tersebut terjadi pada Kamis, 6 Juni 2024, sekitar pukul 07.00 WIT. Saat itu, Senus sedang menghangatkan badannya di dekat tungku api rumahnya. Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu yang langsung direspon oleh Senus. "Saat korban membuka pintu rumahnya, dia langsung berhadapan dengan sejumlah anggota KKB. Mereka langsung menembak korban dengan senjata api laras pendek, menembus dada hingga ke belakang," ungkap Faizal.

Detik-detik Kejadian

Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Bayu Suseno, memberikan penjelasan lebih rinci tentang kejadian tersebut. Senus Lepitalen, yang tengah menikmati pagi di rumahnya, tidak menyangka akan menjadi target serangan brutal. Ketukan di pintu rumahnya ternyata menjadi awal mimpi buruk. Ketika Senus membuka pintu, ia langsung disambut oleh tembakan yang menghujam tubuhnya, seketika itu pula ia roboh di depan pintu rumahnya.

Jenazah Senus saat ini disemayamkan di rumahnya, di kampung Calap, Distrik Borme. Lokasi rumah korban diketahui berdekatan dengan lapangan terbang Distrik Borme, yang kini menjadi tempat berkumpulnya warga yang berduka atas kepergiannya.

Latar Belakang Korban

Senus Lepitalen bukanlah orang asing dalam daftar korban kekerasan KKB. Pada 12 Mei 2023, ia menjadi salah satu dari beberapa karyawan PT. IBS yang dianiaya dan disandera oleh KKB di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang. Bayu Suseno menambahkan, “Saudara Senus adalah korban penganiayaan dan penyanderaan sebelumnya. Ini menunjukkan betapa rentannya warga sipil terhadap ancaman kekerasan dari KKB.”

Langkah Penegakan Hukum

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian menegaskan akan mengambil langkah tegas. Kombes Faizal Ramadhani menyatakan bahwa Operasi Damai Cartenz-2024 akan meningkatkan intensitas pengejaran terhadap anggota KKB yang aktif melakukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Papua. "Kami berkomitmen untuk mengejar para pelaku hingga ke akar-akarnya dan memastikan keadilan bagi para korban seperti Senus," tegas Faizal.

Reaksi Masyarakat dan Pemerintah

Insiden ini telah memicu kemarahan dan ketakutan di kalangan masyarakat Borme dan sekitarnya. Pemerintah daerah serta berbagai organisasi kemanusiaan di Papua Pegunungan menyampaikan belasungkawa dan mendesak peningkatan keamanan bagi warga sipil. Mereka berharap ada tindakan konkret untuk mencegah kekerasan serupa di masa depan.

Dengan kejadian ini, kondisi keamanan di Papua Pegunungan kembali menjadi sorotan utama. Masyarakat berharap ada upaya lebih serius dari aparat keamanan untuk menumpas kelompok-kelompok bersenjata yang terus menebar teror di wilayah tersebut. Kejadian tragis ini juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dalam situasi konflik dan ancaman kekerasan bersenjata. 

Operasi Damai Cartenz-2024 berkomitmen untuk terus memantau dan menindak tegas pelaku kekerasan demi terciptanya kedamaian dan keamanan di Papua Pegunungan.

(*)

#Peristiwa #Penembakan #KKB #Teroris