Breaking News

Kasat Narkoba Polres Blitar Terjerat Kasus Penggunaan Narkoba: Kronologi dan Tindak Lanjut

Ilustrasi 

D'On, Blitar (Jatim),-
Kasat Narkoba Polres Blitar, Iptu Sukoyo, tersandung kasus penggunaan narkoba setelah hasil tes urine menunjukkan dirinya positif mengonsumsi zat amfetamina. Informasi ini dibenarkan oleh Kasihumas Polres Blitar, Iptu Heri Irianto, yang menjelaskan bahwa kecurigaan terhadap Iptu Sukoyo berawal dari gelagat aneh yang diperlihatkannya.

Menurut penjelasan Iptu Heri, beberapa anggota polisi mencurigai perubahan perilaku yang mencolok pada diri Iptu Sukoyo. Kecurigaan ini kemudian disampaikan kepada pimpinan Polres Blitar, yang merespons dengan memerintahkan tes urine terhadap Iptu Sukoyo dan empat anggota lainnya. Hasil tes tersebut mengonfirmasi bahwa urine Iptu Sukoyo positif mengandung amfetamina.

"Ada lima yang diperiksa termasuk beliau, dan dari pemeriksaan kesehatan tes urine, hasilnya positif," ujar Heri kepada wartawan, Minggu (2/6/2024).

Tindak Lanjut dan Penanganan Kasus

Pasca hasil tes urine yang menghebohkan tersebut, Iptu Sukoyo segera dimutasi ke bagian pelayanan masyarakat (Yanma) di Polda Jawa Timur. Saat ini, ia sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap lebih lanjut mengenai kasus ini.

"Kondisi terakhir dimutasi ke Yanma Polda Jawa Timur," tambah Heri.

Namun demikian, meskipun tes urine menunjukkan hasil positif, hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan barang bukti narkoba yang digunakan oleh Iptu Sukoyo. Penyidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk menemukan bukti fisik yang menguatkan dugaan tersebut.

Respon Masyarakat dan Dampak Institusional

Kasus ini tentu saja menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat dan institusi kepolisian sendiri. Sebagai Kasat Narkoba, peran Iptu Sukoyo seharusnya menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, namun ironisnya justru terjerat dalam lingkaran hitam narkotika.

"Ini adalah pukulan keras bagi institusi kami. Kami berkomitmen untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, termasuk anggota kami sendiri," tegas Iptu Heri.

Masyarakat Blitar berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama bagi institusi penegak hukum, untuk terus menjaga integritas dan kepercayaan publik. Kepolisian diharapkan tidak hanya tegas dalam menindak pelaku di luar institusi, tetapi juga membersihkan aparat dari oknum-oknum yang mencoreng nama baik kepolisian.

Kasus Iptu Sukoyo menjadi pengingat keras bahwa perang melawan narkoba harus dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk di dalam tubuh kepolisian sendiri. Investigasi yang menyeluruh dan transparan sangat dinantikan oleh publik demi terciptanya keadilan dan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum.

(*)

#Polri #Narkoba #KasatNarkobaBlitarKonsumsiNarkoba