Breaking News

Menaklukkan Emosi dengan Teknik Terbukti: Distraksi dan Regulasi Emosi

Ilustrasi 

Dirgantaraonline,-
Dalam mengelola emosi, berbagai strategi dapat digunakan untuk membantu seseorang tetap tenang dan terkendali. Salah satu strategi yang sedang ramai diperbincangkan adalah teknik distraksi. Psikiater terkemuka dr. Gina Anindyajati dari FKUI menjelaskan bahwa mengalihkan perhatian dari emosi yang sedang dirasakan ke hal-hal yang menyenangkan atau menarik bisa efektif dalam meredakan intensitas emosi yang sedang dialami.

Namun demikian, penggunaan teknik distraksi haruslah bijaksana. Distraksi sebaiknya digunakan sebagai langkah awal untuk menurunkan intensitas emosi. Setelah emosi mereda, penting untuk kembali merenung dan memproses perasaan dengan cara yang lebih mendalam. Gina menekankan bahwa regulasi emosi yang sehat melibatkan kemampuan seseorang untuk merasakan emosi, meresponsnya dengan tepat, dan akhirnya menemukan solusi yang proporsional terhadap masalah yang dihadapi.

Selain teknik distraksi, ada juga pendekatan lain yang dapat membantu dalam regulasi emosi, yaitu reinforcing. Dalam reinforcing, seseorang melakukan tindakan yang berlawanan dengan dorongan emosional yang muncul. Contohnya, ketika merasa marah dan ingin meledakkan emosi, seseorang harus memaksa diri untuk menunda reaksi tersebut. Dengan memberi diri waktu untuk berpikir, individu memiliki kesempatan untuk mengevaluasi secara rasional sebelum bertindak.

Namun, penting untuk diingat bahwa distraksi dan reinforcing hanyalah langkah awal dalam mengelola emosi. Kedua teknik tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mengatasi akar masalah emosi yang mendasar. Setelah emosi mereda, penting untuk melakukan refleksi lebih lanjut dan mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

Dengan demikian, mengelola emosi bukanlah sekadar tentang mengalihkan perhatian atau menunda reaksi, tetapi juga melibatkan pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri dan kemampuan untuk mengatasi konflik emosional dengan cara yang sehat dan produktif.

(Rini)

#Distraksi #KesehatanMental #Stres

No comments