Breaking News

Pembantaian Israel di Jalur Gaza: Parlemen Arab Mendorong Investigasi Internasional

"Warga Palestina Menanti Bantuan di Gaza, 25 Feb 2024"

D'On, Kairo (Mesir),-
Parlemen Arab mengeluarkan seruan yang mendalam dan tegas pada Minggu (28/4/2024), mengecam keras pembantaian yang dilakukan oleh Israel terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza. Dengan penarikan pasukan pendudukan Israel dari beberapa wilayah di Jalur Gaza, penemuan kuburan massal di Rumah Sakit Al-Shifa dan Rumah Sakit Nasser telah menimbulkan kekhawatiran mendalam akan tingkat kebrutalan konflik.

Dalam pernyataannya, Parlemen Arab menyuarakan keraguan yang kuat terhadap kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam melindungi warga sipil Palestina, terutama dengan terus berlanjutnya pembantaian yang dilakukan oleh Israel, yang menargetkan anak-anak, perempuan, dan lansia. Seruan tersebut menegaskan bahwa tindakan Israel merupakan kejahatan perang, genosida, dan pelanggaran serius terhadap resolusi internasional yang menyerukan perlindungan bagi warga sipil selama konflik.

Parlemen Arab pada Minggu (28/4/2024) menyatakan pembantaian Israel terhadap warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia di Jalur Gaza, menimbulkan keraguan kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Pembantaian yang terus berlangsung oleh Israel membuat kemampuan PBB untuk melindungi warga sipil dipertanyakan,” kata parlemen Arab dikutip Antara.

Parlemen Arab menekankan pentingnya komunitas internasional, organisasi hak asasi manusia, PBB, dan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan hukum yang tegas dan meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakan kekerasan yang dilakukan. Mereka menuntut agar Israel mematuhi standar hukum internasional dan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut diadili sebagai penjahat perang.

Seruan ini mencerminkan kepedulian mendalam terhadap kemanusiaan dan keadilan, serta menunjukkan ketegasan Parlemen Arab dalam menegakkan hukum internasional dan melindungi hak asasi manusia di wilayah konflik.

(*)

#Internasional #KejahatanIsrael #KuburanMassal

No comments