Breaking News

Gunung Marapi Mengancam: Dampak dan Kewaspadaan Terhadap Lahar Dingin

PVMBG memperingatkan tentang risiko bahaya lahar dingin bagi permukiman warga di sekitar Gunung Marapi, Sumatera Barat, akibat endapan material vulkanik di puncak dan lereng gunung tersebut.

D'On, Padang (Sumbar),-
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menggambarkan potensi bahaya erupsi Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat. Ketua Tim Tanggap Darurat Letusan Gunung Marapi PVMBG, Ugan Saing, mengingatkan akan dampak bahaya dari terjangan lahar dingin yang disebabkan oleh endapan material vulkanik di puncak maupun lereng Gunung Marapi.

Ugan menjelaskan bahwa bahaya erupsi Gunung Marapi terbagi menjadi dua kategori: primer dan sekunder. Ancaman lahar dingin termasuk dalam kategori bahaya sekunder, yang disebabkan oleh campuran akumulasi material vulkanik seperti abu, pasir, dan batuan di area puncak dan lereng Gunung Marapi. Material vulkanik tersebut, ketika bercampur dengan air hujan, dapat menyebabkan banjir lahar dingin melalui aliran sungai yang berhulu dari gunung api.

Peristiwa bencana lahar dingin pada Jumat, 5 April 2024, memberikan contoh nyata dampak yang dihadapi oleh beberapa wilayah di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang. Massa lahar dingin yang terbentuk mengandung material padat seperti pasir dan batu, dan dapat mengalir dengan kecepatan tinggi yang membahayakan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Meskipun telah terjadi lahar dingin, PVMBG memperkirakan bahwa volume material vulkanik yang mengendap masih cukup signifikan. Bahkan tanpa erupsi, intensitas hujan tinggi saja sudah dapat menyebabkan potensi terjadinya lahar dingin.

PVMBG juga menyoroti bahwa terdapat 23 aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi, yang merupakan potensi ancaman lahar dingin. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai tersebut diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama pada saat musim hujan.

Badan Geologi, melalui Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjauhi bantaran atau aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi sebagai langkah kewaspadaan terhadap lahar.

Dalam konteks ini, Badan Geologi memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat, seperti menjaga jarak dari wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi Gunung Marapi, menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari hujan abu, dan menjaga kondusivitas suasana di masyarakat dengan tidak menyebarkan hoaks.

Aktivitas Gunung Marapi terus dipantau secara visual dan instrumental, dan masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas serta rekomendasi melalui aplikasi Magma Indonesia atau website resmi Magma Indonesia.

Dengan tingkat aktivitas Gunung Marapi yang masih pada Level III (Siaga), penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada dan menjalankan langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan oleh PVMBG dan Badan Geologi.

(Mond)

#LaharDingin #GunungMarapi #Sumbar #Bencana