Breaking News

Ledakan Susulan di Mako Brimob Polda Jawa Timur Membuat Warga Berlarian di Jalanan

Sesudah sterilisasi, ledakan susulan menggegerkan warga di SWK Surabaya, Jawa Timur, Senin, 4 Maret 2024.

D'On, Surabaya (Jawa Timur),-
Ketenangan warga sekitar Sentra Wisata Kuliner (SWK) Jalan Raya Gresik, Surabaya, Jawa Timur, terganggu oleh suara ledakan yang kembali terjadi di Mako Brimob Polda Jawa Timur, pada Senin (4/3/2024). Ledakan kedua ini membuat kepanikan. Faris (28 tahun), seorang pelanggan warung di SWK, menceritakan momen ketika dia dan warga sekitar mendengar ledakan susulan yang terjadi di dalam Mako Brimob.

"Saya kaget. Lagi santai sambil ngopi tiba-tiba ada suara ledakan sekali. Saya sempat lihat ada seperti cahaya saat ada ledakan," ujar Faris, memberikan kesaksiannya di depan lokasi kejadian.

Momen itu membuat Faris dan beberapa rekannya merasa takut, sehingga mereka segera berpindah tempat sedikit menjauh dari lokasi kejadian. "Saya sempat lari saat mendengar ledakan. Takutnya ada ledakan susulan lagi karena sebelumnya sudah tiga kali ledakan. Jadi dengan yang terakhir ada empat kali ledakan," tambahnya.

Sebelumnya, ledakan tersebut terjadi di area Markas Detasemen Gegana Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur di Jalan Gresik, Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Gresik ditutup total, baik arah barat ke timur maupun sebaliknya.

Petugas kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak tampak mengamankan lokasi, sementara sebagian lainnya mengatur arus lalu lintas untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar. Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto membenarkan adanya ledakan yang terjadi dalam Mako Brimob.

"Bahwa hari ini 4 Maret pukul 10.19 WIB di Kantor Subden Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jatim itu terjadi ledakan. Diduga ledakan ini berasal dari sisa-sisa temuan bahan peledak yang akan dimusnahkan (disposal) kemudian kebetulan di Jibom Gegana Polda Jatim kita belum memiliki gudang yang standar. Jadi sisa bahan peledak disimpan di sebelah kantor Subden Gegana pagi tadi meledak," jelas Kapolda Jatim.

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya pengelolaan bahan peledak dengan standar keamanan yang tinggi, serta perlu adanya evaluasi terhadap infrastruktur dan prosedur keselamatan di instansi terkait.

(*)

#Peristiwa #Ledakan #PoldaJatim