Berikut Fakta Dhia Ul Haq Pemukul Ade Armando

D'On, Jakarta,- Tiga dari enam tersangka pengeroyokan Ade Armando telah ditangkap polisi. Dari ketiga tersangka itu, salah satunya adalah Dhia Ul Haq (28).


Dhia Ul Haq sebelumnya teridentifikasi polisi berkat face recognition. Dhia Ul Haq ditangkap di Serpong, Tangerang Selatan pada Rabu (15).

Sebelumnya, polisi telah menangkap tersangka Muhammad Bagja dan Komar. Keduanya kini ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Dhia Ul Haq Pertama Kali Pukul Ade Armando

Dhia Ul Haq dinyatakan terlibat pengeroyokan Ade Armando. Dhia Ul Haq adalah pria yang terekam kamera dan pertama kali memukul Ade Armado.

"Hari ini (kemarin-red), dini hari pukul 02.30 WIB tim Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku ketiga terkait kasus pemukulan dan pengeroyokan (Ade Armando) atas nama Dhia Ul Haq. Yang bersangkutan kami tangkap, lokasi di Pondok Pesantren Yayasan Al Madad, Serpong, Tangsel," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (13/4).

Dhia Ul Haq Ditangkap di Ponpes

Polisi menangkap tersangka yang pertama kali pukul Ade Armando, Dhia Ul Haq, di Pondok Pesantren Al Madad, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Dhia menjadi orang ketiga yang ditangkap.

Dhia Ul Haq ditangkap pada Rabu (13/4) dini hari. Polisi saat ini masih mendalami keterangan Dhia Ul Haq, termasuk soal keberadaannya di pondok pesantren saat ditangkap polisi.

"Yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim terkait keterlibatannya dalam kasus ini tentunya. Nanti akan kita sampaikan apa yang menjadi motif termasuk kenapa ada di lokasi di tempat kita tangkap tersebut," ucapnya.

3) Penjelasan Ponpes soal Dhia Ul Haq

Seorang pengurus pondok pesantren yang meminta namanya dirahasiakan menjelaskan penangkapan Dhia Ul Haq pada Rabu (13/4) dini hari. Pengurus mengatakan Dhia Ul Haq datang ke pondok pesantren karena memang berniat menyerahkan diri.

"Jadi saya nggak tahu dia dari mana dan nggak tahu sudah ada konfirmasi antara majelis kita dengan kapten tim bahwa dia mau kemari mau menyerahkan diri. Nah, sebelum menyerahkan diri itu, dia pamit sama gurunya, karena dia ngerasa bersalah," kata pengurus pondok pesantren dinukil dari detikcom di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (13/4/2022).

Pengurus ponpes tersebut kemudian menjelaskan soal adanya 'pengintaian'. Menurutnya, hal itu menjadikan suasananya belajar mengajar di pondok pesantren menjadi sedikit terganggu.

"Situasi belajar mengajar juga jadi terganggu. Habib juga kan keluarganya jadi terganggu karena adanya pengintaian tadi. Biasanya kan Habib kalau buat di Tangerang cukup bersahabat soalnya, majelis dengan polisi nggak pernah ada bentrok," tuturnya.

Menurut pengurus ponpes, Dhia Ul Haq memang punya kedekatan dengan Habib di ponpes tersebut, di samping memang aktif di majelis. Maka dari itu, Dhia Ul Haq juga meminta maaf kepada pihak ponpes karena telah merusak citra ponpes.

"Dia ngerasa punya tanggung jawablah karena ngerusak kenyamanan, makanya entah dari mana dia datang ke sini terus minta maaf. Habis itu Habib kasih dia nasihat untuk tanggung jawab apa yang dia perbuat, karena kita juga sudah nasehatin berkali-kali," ujarnya.

Ponpes Tak Tahu Dhia Ul Haq Pukul Ade Armando

Pihak ponpes mengaku awalnya tidak mengetahui Dhia Ul Haq terlibat pemukulan Ade Armando di demo 11 April 2022. Padahal, video viral pemukulan Ade Armando itu sempat dibahas majelis.

"Nggak. Justru saya cuma bahas karena kan habis Tarawih saya ngajar, nah sebelum saya ngajar memang pas buka ramai video Ade Armando kan. Saya nggak tahu kalau Dhia yang mukul, justru saya bahas di masjid. Saya bilang ke anak-anak waktu itu babnya itu tentang makan dan minum. Saya jelasin ini ke anak-anak terus di sini dibilang 'jangan gunakan nama Tuhan untuk menyakiti sesuatu' keterangannya gitu," paparnya.

"Nah, terus karena saya habis lihat video Ade Armando, saya bilang ke mereka gitu, makanya kalau teriak takbir jangan mukul orang, ya kan sama saja pakai nama Tuhan buat nyakitin orang gitu, saya bilang gitu ke mereka. Ya karena juga katanya penista agama, tapi tetap saja negara kita bukan negara Islam, kan gitu," sambungnya.

Polisi Dalami Keberadaan Dhia Ul Haq di Ponpes

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan sejauh ini belum menjelaskan siapa sosok Dhia Ul Haq ini dan mengapa dia berada di pondok pesantren tersebut.

"Kami tangkap di sana berdasarkan teknologi yang dimiliki Polda Metro Jaya. Tapi, kenapa dia di sana (pondok pesantren), masih pendalaman," ujar Kombes Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Saat ini polisi masih melakukan pencarian terhadap tiga tersangka. Ketiga tersangka ialah Ade Purnama, Abdul Latip dan Mr X.


(*/detik.com)



#AdeArmando #Pemukulan #Kriminal #Pengeroyokan


Powered by Blogger.