Seskab: Kebebasan Pers, Kritik dan Masukan Seperti Jamu Bagi Pemerintah

D'On, Jakarta,- Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan kebebasan pers merupakan tiang utama untuk menjaga demokrasi tetap berlangsung. Dia mengklaim kebebasan pers dan kritikan seperti jamu bagi pemerintah yaitu untuk menguatkan.

"Bagi Pemerintah, kebebasan pers adalah sesuatu yang wajib dijaga. Bagi Pemerintah, kebebasan pers, kritik, saran, masukan itu seperti jamu, menguatkan Pemerintah. Kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras, karena dengan kritik itulah Pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar," kata Pramono dalam menyambut peringatan Hari Pers Nasional 2021, Selasa (9/2).

Pramono juga berpesan agar kebebasan tersebut diterapkan dengan benar. Terlebih saat ini Indonesia dihadapkan pada maraknya hoaks yang beredar terutama di media sosial.

"Perlu literasi dan edukasi kepada kita semua bahwa kebebasan ini harus diisi secara benar. Jangan kemudian kebebasan diisi dengan hal-hal yang tidak produktif," ujar Pramono.

Dia menjelaskan pers yang kuat, terdidik, serta berintegritas jadi syarat mutlak untuk Indonesia maju. Pramono mengajak para insan pers di momen peringatan HPN 2021 untuk terus menjaga integritas. Serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dalam melaksanakan tugasnya.

"Kepada insan pers, saya secara khusus ingin mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. Tetaplah menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran di atas segalanya, serta melakukan pendidikan/edukasi kepada bangsa ini," kata Pramono

Dia juga menyampaikan, pers akan tetap menjadi pengontrol utama dalam setiap upaya bangsa Indonesia untuk mencapai kemajuan.

“Sebagai bangsa yang besar, sebagai bangsa yang sedang membangun, sebagai bangsa yang diperkirakan akan menjadi salah satu (dari) lima kekuatan ekonomi dunia, maka pers akan tetap menjadi kontrol utama dari kemajuan bangsa ini,” ungkap Pramono. 

(mdk/ray)

Powered by Blogger.