Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polda Sumbar Gerebek Pasar Gaung, Diduga Jadi Sarang Narkoba: Enam Pria Diamankan, Alat Hisap hingga Timbangan Digital Ditemukan

09 October 2026 | October 09, 2026 WIB Last Updated 2026-10-09T16:25:36Z

 

Polda Sumbar Gerebek Pasar Gaung, Diduga Jadi Sarang Narkoba: Enam Pria Diamankan, Alat Hisap hingga Timbangan Digital Ditemukan



D'On, Padang - Aparat gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menggerebek kawasan Pasar Gaung, Kota Padang, Jumat (9/10/2026) sore. Kawasan yang selama ini menjadi sorotan akibat laporan masyarakat mengenai maraknya dugaan peredaran narkotika itu disisir secara menyeluruh. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta mengamankan enam pria.


Penggerebekan tersebut menjadi langkah tegas aparat dalam merespons keresahan masyarakat terhadap dugaan aktivitas narkotika di kawasan Pasar Gaung. Operasi itu sekaligus mengirimkan pesan bahwa laporan warga mengenai peredaran barang terlarang tidak boleh berhenti sebatas keluhan, tetapi harus ditindaklanjuti melalui penegakan hukum.


Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, mengatakan penggerebekan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang.


"Penggerebekan ini dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba di Sumbar, khususnya Kota Padang," kata Wedy di Padang.


Menurutnya, kawasan Pasar Gaung menjadi sasaran operasi setelah polisi menerima banyak informasi dan laporan masyarakat mengenai dugaan maraknya aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut.


Laporan itu kemudian menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penindakan langsung. Polisi tidak hanya menyasar satu titik, tetapi juga menyisir sejumlah lokasi yang dinilai perlu diperiksa guna menelusuri dugaan aktivitas narkotika di kawasan tersebut.


Menyisir Gang Sempit hingga Bangunan Kosong


Penggerebekan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. Unsur yang diterjunkan antara lain Direktorat Reserse Narkoba, Reserse Kriminal, Brimob, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, Polresta Padang, Polisi Militer TNI Angkatan Laut, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.


Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa operasi di Pasar Gaung tidak dilakukan secara parsial. Aparat bergerak bersama untuk menyisir kawasan yang berdasarkan laporan masyarakat diduga menjadi lokasi aktivitas peredaran narkotika.


Tim gabungan memasuki gang-gang sempit dan memeriksa sejumlah bangunan kosong yang tersembunyi di antara permukiman dan aktivitas perdagangan warga. Lokasi-lokasi yang sulit terlihat dari jalan utama turut menjadi bagian dari penyisiran.


Kedatangan petugas dalam jumlah besar sontak menarik perhatian masyarakat. Warga dan sejumlah pedagang yang masih membuka toko maupun warung menyaksikan langsung jalannya operasi tersebut.


Penggerebekan berlangsung lebih dari tiga jam. Selama operasi, petugas memeriksa sejumlah titik untuk mencari barang bukti sekaligus menindaklanjuti informasi mengenai dugaan aktivitas narkotika.


Alat Hisap, Plastik Klip, dan Timbangan Digital Ditemukan


Dugaan adanya aktivitas narkotika di kawasan tersebut semakin menjadi perhatian setelah petugas menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan narkoba.


Di beberapa titik, aparat menemukan alat hisap sabu-sabu, sedotan, serta plastik bening atau plastik klip yang lazim digunakan untuk membungkus zat tertentu. Petugas juga menemukan timbangan digital dan sejumlah benda lainnya.


Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penelusuran aparat. Namun, fungsi setiap benda, keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana narkotika, serta hasil pemeriksaan barang bukti tetap harus dipastikan melalui penyelidikan dan pengujian lebih lanjut.


Hingga informasi awal penggerebekan disampaikan, belum terdapat keterangan terperinci mengenai jumlah maupun berat narkotika yang disita, apabila ada. Rincian barang bukti, hasil pemeriksaan laboratorium, dan dugaan peran masing-masing orang yang diamankan masih menunggu penjelasan resmi dari Polda Sumbar.


Karena itu, temuan alat dan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan narkotika belum dengan sendirinya membuktikan siapa yang memiliki, menggunakan, atau mengedarkannya. Penetapan status hukum setiap orang harus didasarkan pada hasil penyidikan dan alat bukti yang sah.


Enam Pria Diamankan, Perannya Masih Didalami


Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan enam pria. Akan tetapi, identitas, status hukum, serta dugaan keterlibatan masing-masing belum dijelaskan secara terperinci.


Belum diketahui pula apakah keenam pria tersebut diduga sebagai pengguna, pengedar, perantara, atau memiliki peran lain. Seluruh kemungkinan itu masih memerlukan pembuktian berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik.


Publik kini menanti penjelasan lanjutan dari kepolisian mengenai hasil pemeriksaan terhadap keenam pria tersebut, termasuk apakah penyidik menemukan keterkaitan antara mereka dengan barang-barang yang diamankan di lokasi.


Informasi mengenai asal-usul narkotika, kemungkinan jaringan pemasok, pola distribusi, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat juga menjadi bagian penting yang perlu diungkap apabila ditemukan bukti pendukung.


Pengungkapan tersebut diperlukan agar penindakan tidak berhenti pada orang-orang yang ditemukan di lokasi, tetapi juga mampu menelusuri mata rantai peredaran narkotika apabila jaringan yang lebih luas terbukti ada.


KRYD dan Upaya Memutus Mata Rantai Narkotika


Wedy menjelaskan penggerebekan itu merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), yang dilaksanakan berdasarkan instruksi Kapolri.


Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memutus mata rantai peredaran narkotika sehingga upaya membersihkan Sumatera Barat dari ancaman narkoba dapat diwujudkan.


Langkah ini menempatkan informasi masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam mendeteksi dan menindak dugaan kejahatan narkotika. Namun, keberhasilan pemberantasan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya operasi atau jumlah orang yang diamankan.


Hasil penyidikan, kepastian status hukum, pengungkapan sumber pasokan, serta pencegahan agar peredaran tidak kembali berlangsung juga menjadi tolok ukur penting dalam upaya pemberantasan narkotika secara berkelanjutan.


Di sisi lain, penindakan perlu berjalan beriringan dengan pencegahan, edukasi, rehabilitasi bagi pengguna yang memenuhi ketentuan, serta perlindungan terhadap anak dan generasi muda dari paparan narkotika.


Warga Mendukung, Berharap Kawasan Tak Kembali Dihantui Narkoba


Operasi gabungan di Pasar Gaung mendapat dukungan dari warga yang berada di lokasi. Masyarakat berharap penindakan tersebut mampu menjawab keresahan yang selama ini muncul akibat laporan dugaan aktivitas narkotika di kawasan mereka.


Seorang warga menyampaikan harapannya agar aparat benar-benar membersihkan lingkungan dari ancaman narkoba, terutama demi melindungi anak-anak dan generasi muda.


"Kami ingin narkoba bersih dari daerah ini, karena jika tidak dibersihkan bisa merusak anak-anak dan generasi muda," ujar warga tersebut.


Pernyataan itu mencerminkan harapan masyarakat agar upaya pemberantasan tidak berhenti setelah operasi selesai. Warga membutuhkan lingkungan yang aman, aktivitas perdagangan yang kondusif, serta kepastian bahwa dugaan peredaran narkotika ditangani secara serius.


Bagi masyarakat, persoalan narkoba bukan semata-mata urusan penangkapan dan penyitaan barang bukti. Dampaknya dapat meluas terhadap ketahanan keluarga, keselamatan anak, kondisi sosial, hingga masa depan generasi muda.


Menunggu Pengungkapan Lebih Jauh


Penggerebekan di Pasar Gaung kini menjadi awal dari pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana dugaan aktivitas narkotika di kawasan tersebut berlangsung, siapa saja yang terbukti terlibat, dan apakah terdapat jaringan distribusi yang lebih luas?


Jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada hasil penyidikan kepolisian. Rilis resmi yang memuat identitas para pihak sesuai ketentuan hukum, status pemeriksaan, rincian barang bukti, serta perkembangan perkara menjadi informasi yang ditunggu masyarakat.


Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berdasarkan bukti diperlukan agar operasi tersebut tidak sekadar menjadi tindakan sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan melindungi masyarakat Sumatera Barat dari bahaya narkotika.


Dengan dukungan masyarakat dan tindak lanjut penyidikan yang menyeluruh, aparat diharapkan mampu menelusuri dugaan peredaran hingga ke sumbernya, sekaligus memastikan kawasan Pasar Gaung tidak kembali menjadi tempat yang meresahkan warga.


Catatan: Sampai ada keterangan resmi lebih lanjut, penyebutan Pasar Gaung sebagai "kampung narkoba" harus diperlakukan sebagai dugaan atau label yang muncul akibat laporan masyarakat, bukan sebagai kesimpulan hukum. Demikian pula, enam pria yang diamankan tetap harus diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah sampai ada proses hukum yang membuktikan keterlibatan mereka.


(Mond)


#SumateraBarat #Narkoba #PoldaSumbar

×
Berita Terbaru Update