Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hujan Deras Picu Sungai Meluap, Pemko Padang Kerahkan Tim Gabungan Evakuasi Warga di Sejumlah Titik Banjir

10 October 2026 | October 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T08:19:39Z

 


Hujan Deras Picu Sungai Meluap, Pemko Padang Kerahkan Tim Gabungan Evakuasi Warga di Sejumlah Titik Banjir



D'On, Padang -  Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Padang sejak siang hingga Sabtu (10/10/2026) memicu peningkatan debit air sejumlah sungai hingga meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Padang bergerak cepat dengan mengerahkan tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan penanganan darurat, pemantauan kondisi lapangan, hingga membantu evakuasi warga terdampak.


Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian petugas di antaranya Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Pauh, dan Lubuk Begalung, serta sejumlah titik lain yang dinilai rawan terdampak luapan air sungai.


Situasi ini mendorong jajaran Pemerintah Kota Padang meningkatkan kesiapsiagaan. Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang, Tommy TRD, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang meminta seluruh OPD bergerak cepat merespons perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.


Menurut Tommy, dalam kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir, kecepatan respons pemerintah menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan warga serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan.


“Bapak Wali Kota Fadly Amran telah mengimbau seluruh OPD agar segera turun ke lapangan dan mengambil langkah konkret sesuai tugas masing-masing. Dalam situasi seperti ini, yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kita tidak boleh menunggu sampai kondisi semakin memburuk baru bergerak,” ujar Tommy TRD kepada Dirgantaraonline.co.id melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (10/10/2026).


Tim Gabungan Berjibaku di Lubuk Minturun dan Kampung Apa


Di tengah meningkatnya debit air, tim gabungan saat ini berfokus melakukan penanganan di kawasan Lubuk Minturun dan Kampung Apa. Petugas dari TRC Dinas Kesehatan, TRC PUPR, dan BPBD Kota Padang berjibaku membantu warga yang terdampak banjir akibat meluapnya aliran sungai.


Penanganan di lapangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi genangan, akses menuju permukiman, serta kebutuhan warga yang memerlukan bantuan. Kehadiran tim gabungan diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan memastikan masyarakat yang berada di lokasi berisiko mendapatkan pertolongan sesegera mungkin.


Selain mendukung evakuasi, keterlibatan lintas OPD juga penting untuk memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat terkoordinasi dengan baik. BPBD berperan dalam penanggulangan bencana dan evakuasi, Dinas Kesehatan mendukung pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, sementara TRC PUPR menangani aspek teknis infrastruktur dan kondisi saluran air sesuai kebutuhan di lapangan.


Tommy menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah diminta untuk tidak hanya memantau perkembangan situasi, tetapi juga memastikan tindakan yang diperlukan benar-benar dilaksanakan.


“Penanganan bencana tidak cukup hanya dengan laporan dan koordinasi di atas kertas. Petugas harus hadir di lapangan, melihat langsung kondisi masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan mendesak, dan memastikan langkah penanganan berjalan. Setiap OPD harus memahami perannya agar upaya penanggulangan dapat dilakukan secara cepat, terarah, dan terkoordinasi,” tegasnya.


Keselamatan Warga Menjadi Prioritas


Pemerintah Kota Padang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam menghadapi kondisi cuaca yang masih berpotensi menimbulkan dampak lanjutan. Luapan sungai akibat hujan berintensitas tinggi menjadi pengingat bahwa masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir perlu meningkatkan kewaspadaan.


Perubahan debit air dapat terjadi dalam waktu singkat, sehingga warga diminta tidak mengabaikan tanda-tanda bahaya, terutama ketika air sungai mulai meningkat, arus semakin deras, atau air mulai memasuki kawasan permukiman.


Tommy juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Informasi mengenai kondisi lingkungan dan perkembangan banjir dari warga sangat membantu petugas menentukan langkah penanganan, selama disampaikan melalui saluran komunikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.


“Dalam kondisi seperti sekarang, keselamatan harus berada di atas segalanya. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tidak memaksakan diri menerobos arus banjir, serta segera menjauhi lokasi yang dinilai membahayakan. Apabila kondisi di sekitar tempat tinggal semakin mengkhawatirkan, utamakan keselamatan diri dan keluarga serta ikuti arahan petugas di lapangan,” kata Tommy.


Ia menambahkan, masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kepanikan dan menghambat koordinasi penanganan. Informasi mengenai kondisi banjir maupun warga yang membutuhkan pertolongan sebaiknya segera dilaporkan kepada petugas berwenang.


Respons Cepat dan Koordinasi Lintas OPD


Pengerahan tim gabungan ini menunjukkan pentingnya respons pemerintah yang terintegrasi ketika bencana hidrometeorologi terjadi. Dalam situasi yang berkembang cepat, koordinasi antarlembaga menjadi penentu agar proses evakuasi, pelayanan kesehatan, serta penanganan dampak banjir dapat berjalan seiring.


Arahan Wali Kota Fadly Amran agar seluruh OPD turun ke lapangan juga menegaskan bahwa penanganan banjir bukan semata-mata tanggung jawab satu instansi. Seluruh perangkat daerah harus mengambil bagian sesuai fungsi masing-masing, terutama ketika keselamatan warga dan akses terhadap pelayanan dasar berada dalam kondisi rentan.


“Prinsip kami jelas, pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Semua unsur harus bergerak sesuai kewenangannya, saling mendukung, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa setiap upaya penanganan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga yang terdampak,” tutup Tommy.


Hingga berita ini disusun, tim gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak, termasuk Lubuk Minturun dan Kampung Apa. Perkembangan kondisi banjir, cakupan wilayah terdampak, serta kebutuhan evakuasi lanjutan masih memerlukan pemantauan sesuai situasi terkini di lapangan.


Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat agar tetap siaga selama hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi, khususnya warga yang tinggal di sekitar sungai dan kawasan yang kerap mengalami genangan. Kewaspadaan masyarakat, kecepatan respons petugas, dan koordinasi yang solid diharapkan dapat menekan risiko serta mencegah jatuhnya korban akibat banjir.


(Mond)



#Peristiwa #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update