Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

663 Kafilah Siap Berlaga di MTQ ke-42 Kota Padang, Smart Surau Jadi Fokus dan Targetkan Kafilah Terbaik ke MTQ Sumbar 2027

06 October 2026 | October 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T16:09:48Z

663 Kafilah Siap Berlaga di MTQ ke-42 Kota Padang, Smart Surau Jadi Fokus dan Targetkan Kafilah Terbaik ke MTQ Sumbar 2027



D'On, Padang - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kota Padang segera digelar. Sebanyak 663 kafilah dari 11 kecamatan telah terdaftar untuk ambil bagian dalam ajang syiar Alquran yang dijadwalkan berlangsung pada 10-14 Oktober 2026.


Mengusung tema “Membumikan Alquran, Menguatkan Smart Surau Menuju Padang Maju dan Sejahtera”, pelaksanaan MTQ tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan membaca dan memahami Alquran, tetapi juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Alquran sekaligus mendukung Program Unggulan (Progul) Smart Surau.


Hingga Selasa (6/10/2026) pukul 14.00 WIB, tercatat 663 kafilah dari 11 kecamatan telah mendaftarkan diri. Mereka akan berkompetisi pada 13 cabang lomba yang telah disiapkan panitia.


Kecamatan Koto Tangah dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan sejumlah rangkaian kegiatan MTQ. Berbagai persiapan terus dimatangkan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta maupun masyarakat yang hadir.


Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Padang, Zul Asfi Lubis, mengatakan kesiapan pelaksanaan MTQ terus dikebut, terutama terkait venue perlombaan dan berbagai kebutuhan teknis lainnya.


Menurutnya, penyelenggaraan MTQ tahun ini dirancang lebih semarak dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang serta Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang turut didorong untuk mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.


Pelibatan berbagai unsur itu, kata Zul Asfi, diharapkan dapat membuat atmosfer MTQ tidak hanya terasa di arena perlombaan. Masyarakat, termasuk para pelajar yang berada di sekitar lokasi kegiatan, diharapkan ikut merasakan dan terlibat dalam semarak syiar Alquran.


“MTQ tahun ini mempertandingkan 13 cabang lomba dengan total hadiah Rp599 juta sekaligus memperebutkan trofi juara umum. Pembukaan digelar 10 Oktober 2026 di Arena Utama MTQ, Lapangan Apeksi Kantor Balai Kota Padang, dan Insyaallah dimeriahkan penampilan Khairat KDI,” kata Zul Asfi.


Bukan Sekadar Perlombaan


Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, menegaskan MTQ ke-42 harus memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar kegiatan perlombaan tahunan.


Menurut Maigus, MTQ harus menjadi sarana memperkuat syiar Islam dan mendekatkan masyarakat kepada Alquran. Nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran juga diharapkan tidak berhenti pada arena perlombaan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Insyaallah tanggal 10 Oktober kita akan melaksanakan pembukaan MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang dan berlangsung sampai tanggal 14 Oktober. Kita berharap syiar Alquran semakin terasa dan seluruh elemen masyarakat ikut terlibat,” ujar Maigus.


Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan MTQ. Kemeriahan kegiatan diharapkan tidak hanya terpusat di venue perlombaan, tetapi dapat menyebar ke berbagai wilayah Kota Padang.


Para peserta yang tampil dalam MTQ juga merupakan putra-putri terbaik dari masing-masing kecamatan. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mengenal, mempelajari, memahami dan mengamalkan Alquran.


“MTQ ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi bagaimana memberikan dampak dan menguatkan Progul Smart Surau. Kita berharap anak-anak dan masyarakat semakin dekat dengan Alquran dan nilai-nilainya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.


Persiapan Teknis Diminta Matang


Maigus juga meminta seluruh unsur penyelenggara memastikan kesiapan teknis secara menyeluruh. Mulai dari panggung utama, venue perlombaan, dewan hakim hingga berbagai unsur pendukung lainnya harus dipersiapkan dengan baik.


Menurutnya, kualitas penyelenggaraan akan ikut menentukan keberhasilan MTQ sebagai sebuah ajang pembinaan. Karena itu, seluruh tahapan harus dilakukan secara terukur agar pelaksanaan berjalan tertib, berkualitas dan lancar.


“MTQ harus berlangsung tertib, berkualitas, lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.


Ia menekankan, keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari kemeriahan pembukaan ataupun banyaknya peserta yang tampil. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu meninggalkan dampak jangka panjang terhadap pembinaan generasi muda dan kehidupan keagamaan masyarakat.


Dengan tema yang mengaitkan MTQ dengan penguatan Smart Surau, Maigus berharap momentum tersebut dapat memperkuat kembali fungsi surau sebagai ruang pembelajaran agama, pembinaan karakter dan tempat tumbuhnya generasi muda yang dekat dengan Alquran.


Menatap MTQ Sumbar 2027


MTQ ke-42 Kota Padang juga dipandang sebagai tahapan penting untuk mempersiapkan kafilah menghadapi MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) 2027.


Maigus meminta masing-masing kecamatan tidak berhenti pada pelaksanaan kompetisi tahun ini. Setiap kecamatan diharapkan mulai memetakan potensi peserta yang memiliki kemampuan dan prospek untuk dikembangkan lebih lanjut.


Seleksi berbasis kualitas menjadi perhatian utama. Peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik diharapkan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan sehingga dapat dipersiapkan menjadi bagian dari kafilah Kota Padang pada tingkat provinsi.


“MTQ Kota Padang menjadi momentum penting untuk melahirkan kafilah terbaik menuju MTQ Sumbar 2027. Karena itu, persiapan dan seleksi berbasis kualitas harus dimatangkan sejak sekarang, terutama pada cabang lomba yang masih membutuhkan penguatan,” ujar Maigus.


Dengan demikian, MTQ ke-42 bukan hanya menjadi panggung bagi 663 kafilah untuk menunjukkan kemampuan mereka, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah dan peserta pada berbagai cabang lainnya.


Pemetaan potensi sejak tingkat kecamatan dinilai penting agar pembinaan tidak dilakukan secara mendadak menjelang kompetisi tingkat provinsi. Peserta potensial yang muncul pada MTQ Kota Padang tahun ini dapat dipantau dan dibina secara berkelanjutan.


Syiar Alquran dan Prestasi


Dengan 13 cabang lomba, hadiah total Rp599 juta dan perebutan trofi juara umum, persaingan antarkafilah dari 11 kecamatan diperkirakan berlangsung ketat.


Namun, di balik persaingan tersebut terdapat tujuan yang lebih besar, yakni menjadikan MTQ sebagai media untuk membumikan Alquran di tengah masyarakat.


Pemerintah Kota Padang berharap MTQ ke-42 mampu mempertemukan unsur pemerintah, ulama, pendidik, pelajar, masyarakat dan generasi muda dalam satu gerakan bersama untuk meningkatkan kecintaan terhadap Alquran.


Pembukaan pada 10 Oktober 2026 di Arena Utama MTQ, Lapangan Apeksi Kantor Balai Kota Padang, akan menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 14 Oktober.


Kehadiran Khairat KDI dalam acara pembukaan juga diharapkan menambah semarak kegiatan sekaligus menarik perhatian masyarakat untuk hadir dan ikut menyaksikan perhelatan MTQ tingkat Kota Padang tersebut.


Pada akhirnya, MTQ ke-42 diharapkan tidak berhenti ketika pemenang setiap cabang lomba telah diumumkan. Prestasi yang lahir dari arena MTQ diharapkan menjadi awal dari pembinaan yang lebih panjang, sementara syiar Alquran yang digaungkan selama kegiatan dapat terus hidup di tengah masyarakat.


Sebab, sebagaimana tema yang diusung, membumikan Alquran bukan hanya tentang bagaimana Alquran dibaca dan dilombakan, tetapi bagaimana nilai-nilainya hadir dalam kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Padang yang maju dan sejahtera.


(Mond)


#SmartSurau #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update