Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

​Jadi ‘Mata dan Telinga’ Masyarakat, Kader PKK Padang Dikerahkan Tuntaskan TBC Hingga Tingkat RT

26 September 2026 | September 26, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T09:07:29Z

​Jadi ‘Mata dan Telinga’ Masyarakat, Kader PKK Padang Dikerahkan Tuntaskan TBC Hingga Tingkat RT



D'On, Padang - Pemerintah Kota Padang bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang memperkuat sinergi dalam menuntaskan persoalan Tuberkulosis (TBC). Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Paru Sedunia tingkat Kota Padang yang berlangsung di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (26/9/2026).


Peringatan Hari Paru Sedunia tahun ini mengusung tema global A Lifetime of Lung Health (“Kesehatan Paru Sepanjang Hayat”) dengan fokus aksi lokal melalui subtema “Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis (TBC)”.


Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran, Ketua II TP-PKK Kota Padang Nova Raju Minropa, Kepala Dinas P3AP2KB Bobby Firman, para Camat se-Kota Padang, serta jajaran pengurus TP-PKK tingkat kota hingga kecamatan.


TBC Masih Jadi Tantangan: Target Penemuan Kasus Terus Digenjot


Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bahwa TBC merupakan masalah kesehatan krusial yang membutuhkan penanganan lintas sektor secara masif. Berdasarkan data estimasi tahun 2026, terdapat 4.847 kasus TBC di Kota Padang.


"Hingga 15 September 2026, sebanyak 2.705 kasus atau sekitar 55,8 persen telah berhasil ditemukan dan terdeteksi tersebar di seluruh kecamatan di Kota Padang," ujar Maigus Nasir.


Guna mempercepat penemuan dan penanganan kasus, Pemko Padang telah meluncurkan berbagai program prioritas, di antaranya pembentukan Kelurahan Siaga TBC serta penjaringan kasus secara aktif melalui Active Case Finding (ACF).


Tidak hanya itu, Pemko Padang juga bersinergi dengan pemerintah pusat melalui program pelacakan terintegrasi. "Pemerintah pusat saat ini melakukan skrining TBC secara aktif di masyarakat melalui kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kota Padang mendapatkan alokasi pada 242 titik lokasi (lokus) hingga November 2026. Saat ini, tracing telah berjalan di 115 lokus dengan sasaran mencapai 11.500 orang," jelasnya.


Evaluasi Pengobatan dan Urgensi Kolaborasi Modern


Mengenai efektivitas penanganan medis, Maigus memaparkan tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Kota Padang pada tahun 2025 yang mencapai angka 90,5 persen. Namun, Pemko tetap menaruh perhatian serius terhadap kendala di lapangan.


"Pasien yang putus berobat tercatat sebesar 4,3 persen, pasien meninggal 3,8 persen, gagal pengobatan 0,1 persen, serta pasien yang tidak dapat dilacak atau dihubungi sebesar 1,3 persen," paparnya mendetail.


Maigus menekankan bahwa sektor kesehatan tidak bisa bergerak sendirian. Keterlibatan lembaga pendidikan, organisasi sosial dan profesi, tempat kerja, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga mitra TBC sangat menentukan keberhasilan Padang bebas TBC.


"Kami mengajak seluruh pihak, khususnya kader PKK Kota Padang, untuk berada di garda terdepan bersama petugas kesehatan. Tugas kita bersama adalah mendampingi masyarakat, memberikan edukasi, serta mengikis habis rasa takut dan stigma negatif terhadap TBC," imbau Maigus.


Kader PKK: "Mata dan Telinga" di Tengah Masyarakat


Senada dengan hal tersebut, Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran menyampaikan bahwa jaringan PKK memiliki keunggulan strategis yang menjangkau hingga unit sosial terkecil masyarakat mulai dari tingkat kelurahan, RW, RT, kelompok dasawisma, hingga lingkup keluarga.


Dian menggarisbawahi peran kunci para kader dalam mendukung sistem kesehatan daerah tanpa melampaui wewenang medis.


"Kader tidak menggantikan peran dokter atau tenaga kesehatan. Namun, kader dapat menjadi 'mata dan telinga' di tengah masyarakat untuk mengenali gejala awal, mendorong warga melakukan pemeriksaan, membantu penelusuran kontak erat, serta mendampingi pasien agar tidak putus berobat di tengah jalan," ungkap Dian Puspita.


Edukasi Interaktif: Talkshow dan Lomba Penyuluh TBC


Sebagai langkah konkret meningkatkan kapasitas dan literasi kesehatan para kader, peringatan Hari Paru Sedunia ini dirangkaikan dengan gelaran talkshow interaktif dan Lomba Penyuluh TBC.


Melalui kompetisi dan ruang diskusi ini, para kader PKK dibekali keterampilan komunikasi publik dan pemahaman substansial terkait TBC, sehingga mampu menjadi edukator yang persuasif dan empatik saat turun langsung ke pemukiman warga.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update