Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Al Harris Umrah Resmi Dibuka, Fadly Amran Dorong Tour and Travel Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Padang

27 September 2026 | September 27, 2026 WIB Last Updated 2026-09-27T06:35:20Z

Al Harris Umrah Resmi Dibuka, Fadly Amran Dorong Tour and Travel Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Padang



D'On, Padang - Ekosistem usaha di sektor haji dan umrah di Kota Padang kembali bertambah. Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee resmi hadir dan membuka layanan di Jalan Taman Siswa No. 31, RT 03/RW 01, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara.


Grand opening usaha yang menggabungkan layanan perjalanan umrah, pusat oleh-oleh Tanah Suci dan ruang coffee shop tersebut berlangsung pada Minggu (27/9/2026). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Owner Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee, Harris Seswitra.


Kehadiran Al Harris mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Padang karena dinilai tidak sekadar membuka usaha baru di bidang perjalanan ibadah, tetapi juga memiliki peluang untuk memperkuat mata rantai ekonomi yang tumbuh di sekitar aktivitas haji dan umrah.


Sejumlah pejabat turut menghadiri grand opening tersebut, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Padang Afrizen, Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Rizki Ronaldi.


Hadir pula Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius, Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Utara Sa'at, serta sejumlah elemen masyarakat setempat.


Fadly: Bukan Sekadar Bisnis Perjalanan Umrah


Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik kehadiran Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee. Menurutnya, pertumbuhan usaha di sektor perjalanan umrah dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi yang lebih luas apabila dibangun dengan kolaborasi dan keterhubungan dengan potensi daerah.


Fadly mengatakan Pemerintah Kota Padang siap memberikan dukungan kepada pelaku usaha, baik melalui pelayanan pemerintahan, fasilitas mediasi maupun kemudahan dalam pengembangan usaha.


“Pemerintah Kota (Pemko) Padang siap memberikan dukungan melalui pelayanan, fasilitas mediasi, dan kemudahan usaha bagi pelaku tour and travel serta UMKM. Kami mendorong pelaku usaha mengintegrasikan layanan dengan potensi wisata dan ekonomi daerah,” ujar Fadly.


Menurutnya, keberadaan tour and travel tidak harus berhenti pada aktivitas memberangkatkan masyarakat menuju Tanah Suci. Pelaku usaha di sektor tersebut juga dapat mengambil peran sebagai bagian dari promosi pariwisata Kota Padang.


Fadly mendorong perusahaan perjalanan yang selama ini memiliki jaringan dengan masyarakat dari berbagai daerah agar turut memperkenalkan destinasi wisata, kuliner, budaya dan berbagai potensi Kota Padang kepada wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.


“Bukan hanya mengantarkan masyarakat ke Baitullah, tour and travel juga diharapkan membawa wisatawan dari luar daerah dan mancanegara ke Kota Padang. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat Padang sebagai kota gastronomi dunia,” katanya.


Potensi Ekonomi Umrah Capai Rp1,2 Triliun


Besarnya aktivitas perjalanan umrah dari Sumatera Barat juga menjadi salah satu gambaran besarnya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.


Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Rizki Ronaldi menyebutkan, jemaah umrah yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencapai sekitar 40.000 orang setiap tahun.


Jika setiap jemaah memiliki kebutuhan rata-rata sekitar Rp30 juta, maka nilai ekonomi yang berputar dari aktivitas umrah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 triliun per tahun.


Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas umrah bukan hanya berkaitan dengan perjalanan ibadah, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi yang panjang.


Mulai dari jasa perjalanan, transportasi, perlengkapan ibadah, produk makanan dan oleh-oleh, layanan komunikasi, akomodasi, hingga berbagai kebutuhan lainnya memiliki peluang untuk terlibat dalam ekosistem tersebut.


Karena itu, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM dan masyarakat.


Kehadiran Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee menjadi salah satu contoh bagaimana layanan perjalanan umrah dapat dikembangkan dengan konsep yang lebih luas.


Dari Ngopi, Silaturahmi hingga Persiapan ke Tanah Suci


Owner Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee, Harris Seswitra menjelaskan, usaha tersebut dibangun dengan konsep yang tidak hanya berorientasi pada layanan perjalanan.


Al Harris dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, menikmati kopi, bersilaturahmi sekaligus membicarakan berbagai hal berkaitan dengan perjalanan umrah.


“Kami ingin Al Harris menjadi tempat kecil yang memberikan manfaat besar, menjadi ruang orang bertemu dan bersilaturahmi, sekaligus menjadi salah satu jalan bagi semakin banyak saudara kita untuk mengunjungi Tanah Suci,” ujar Harris.


Selain menyediakan layanan perjalanan umrah, Al Harris juga menghadirkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan perjalanan ke Tanah Suci.


Masyarakat dapat menemukan perlengkapan ibadah, layanan roaming internasional serta berbagai produk oleh-oleh dari Tanah Suci, seperti kurma, air zamzam, kacang Arab dan beragam suvenir.


Konsep tersebut membuat Al Harris tidak hanya menjadi tempat untuk membicarakan keberangkatan umrah, tetapi juga ruang interaksi masyarakat sebelum maupun setelah melakukan perjalanan ke Tanah Suci.


Membuka Ruang Kolaborasi UMKM


Bagi Pemerintah Kota Padang, berkembangnya usaha yang berada dalam ekosistem haji dan umrah juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk mengambil bagian.


Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui penyediaan produk makanan, kerajinan, suvenir, perlengkapan perjalanan maupun produk khas daerah yang dapat diperkenalkan kepada jemaah dari berbagai daerah.


Dengan demikian, aktivitas perjalanan umrah tidak hanya memberikan manfaat kepada perusahaan penyelenggara perjalanan, tetapi juga berpotensi menciptakan efek ekonomi berantai bagi pelaku usaha lainnya.


Semangat tersebut sejalan dengan dorongan Fadly Amran agar pelaku tour and travel tidak berjalan sendiri, melainkan membangun keterhubungan dengan berbagai sektor ekonomi dan pariwisata di Kota Padang.


Di sisi lain, posisi Padang sebagai pintu gerbang Sumatera Barat juga memberikan peluang bagi pelaku usaha perjalanan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang datang dari luar.


Jemaah maupun wisatawan yang berada di Padang dapat diarahkan untuk mengenal kuliner, budaya, sejarah dan destinasi wisata yang menjadi kekuatan kota.


Dengan pendekatan tersebut, sektor perjalanan umrah berpotensi berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Padang memperkuat identitas kota sebagai destinasi wisata dan gastronomi.


Grand opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee pun menjadi momentum yang mempertemukan dua sisi sekaligus: kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan perjalanan ibadah yang semakin mudah dan peluang ekonomi yang muncul dari besarnya aktivitas haji dan umrah.


Di tengah tingginya mobilitas masyarakat menuju Tanah Suci, keberadaan usaha seperti Al Harris diharapkan tidak hanya menghadirkan layanan, tetapi juga membangun ruang silaturahmi, memperluas kolaborasi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kota Padang.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update