
369 Al-Qur’an dari Gebu Minang Jabar untuk Padang, Fadly Amran: Bekali Generasi Muda dengan Pemahaman Agama
D'On Padang - Kepedulian terhadap penguatan pendidikan dan pembinaan keagamaan generasi muda mendapat dukungan dari perantau Minangkabau di Jawa Barat. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gebu Minang Jawa Barat menyerahkan bantuan Al-Qur’an kepada Pemerintah Kota Padang untuk mendukung aktivitas keagamaan dan pembinaan umat di masjid.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Masjid Al Munawwarah, Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Rabu (9/9/2026). Bantuan diserahkan langsung Ketua Umum DPD Gebu Minang Jawa Barat Ir. Mulya Datuak Rajo Intan kepada Wali Kota Padang Fadly Amran, yang kemudian menyerahkannya kepada Ketua Masjid Al Munawwarah Buya Masoed Abidin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Nanggalo David Ferdinand, perwakilan Kesbangpol, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Al Munawwarah.
Tidak sekadar menjadi seremoni penyerahan bantuan, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana jejaring perantau Minangkabau dapat mengambil bagian dalam memperkuat kehidupan keagamaan di kampung halaman.
Terlebih, bantuan yang diberikan bukan hanya Al-Qur’an biasa, tetapi juga Al-Qur’an terjemahan yang diharapkan dapat digunakan sebagai sarana membaca sekaligus memahami kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
369 Al-Qur’an, Sebuah Gerakan Sosial Keagamaan
Ketua Umum DPD Gebu Minang Jawa Barat Ir. Mulya Datuak Rajo Intan mengungkapkan, pihaknya membawa sebanyak 369 Al-Qur’an untuk disalurkan di Kota Padang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 Al-Qur’an secara khusus diserahkan untuk Masjid Al Munawwarah. Sementara sisanya akan didistribusikan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang membutuhkan.
“Pada kesempatan ini, kami membawa sebanyak 369 Al-Qur’an untuk diserahkan ke Kota Padang. Insyaallah, sebanyak 100 Al-Qur'an akan kami serahkan kepada Masjid Al Munawwarah, sebagian bantuan tersebut akan kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mulya.
Menurutnya, bantuan Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari program sosial yang dijalankan Gebu Minang Jawa Barat. Selain Al-Qur’an, organisasi tersebut juga menyerahkan bantuan berupa sarung baru.
Bantuan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian masyarakat Minangkabau di perantauan terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di daerah asal.
Bagi masyarakat Minangkabau, hubungan ranah dan rantau bukan sekadar ikatan emosional, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata. Bantuan tersebut menjadi simbol bahwa keberadaan perantau tetap memiliki arti bagi pembangunan dan pembinaan masyarakat di kampung halaman.
Fadly Amran Kaitkan dengan Program Smart Surau
Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan dari Gebu Minang Jawa Barat dapat memperkuat aktivitas keagamaan, terutama pembinaan anak-anak dan generasi muda di masjid.
Fadly menilai keberadaan Al-Qur’an terjemahan memiliki nilai strategis karena anak-anak tidak hanya didorong untuk mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami pesan yang terkandung di dalamnya.
“Alhamdulillah, Al-Qur’an terjemahan yang dibawa hari ini akan diberikan kepada anak-anak kita. Kami yakin bantuan ini juga dapat menjadi contoh bagi masjid dan musala lainnya di Kota Padang,” kata Fadly.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang mengembangkan Program Smart Surau.
Program tersebut diarahkan agar masjid dan surau tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai ruang pembinaan generasi muda, pendidikan keagamaan, serta pembentukan karakter.
Salah satu bagian dari Smart Surau adalah program 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz.
Tahsin diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan ketepatan bacaan Al-Qur’an. Tafsir mendorong anak-anak dan generasi muda untuk memahami makna serta kandungan ayat. Sedangkan tahfiz memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an.
Dengan demikian, keberadaan Al-Qur’an terjemahan di masjid diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung pembelajaran yang lebih komprehensif.
Masjid Diharapkan Menjadi Benteng Generasi Muda
Fadly menegaskan, pembangunan kehidupan keagamaan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas ibadah. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masjid dan surau benar-benar hidup dengan kegiatan pembinaan yang menyentuh kebutuhan generasi muda.
Menurutnya, masjid harus mampu menjadi ruang yang dekat dengan anak-anak dan remaja. Di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi, generasi muda membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan pemahaman agama sekaligus membangun karakter.
“Kami berharap Smart Surau dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda, khususnya dalam meningkatkan pemahaman agama sekaligus membentengi anak-anak dari kenakalan remaja dan perilaku negatif lainnya,” ungkapnya.
Pesan tersebut menempatkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai salah satu pusat pembentukan karakter generasi.
Dalam konteks itu, pemberian Al-Qur’an terjemahan menjadi bagian kecil namun penting dari sebuah ekosistem pembinaan. Anak-anak tidak hanya diarahkan untuk membaca, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Perantauan untuk Kampung Halaman
Kehadiran DPD Gebu Minang Jawa Barat dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya peran organisasi perantau dalam mendukung program pembangunan di ranah.
Sebagai Ketua Gebu Minang Sumatera Barat, Fadly Amran juga melihat dukungan tersebut sebagai bentuk sinergi antarunsur masyarakat Minangkabau.
Bantuan 369 Al-Qur’an yang dibawa dari Jawa Barat bukan semata-mata persoalan jumlah. Di baliknya terdapat pesan tentang kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.
Apalagi sebagian bantuan akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Artinya, manfaat program tersebut diharapkan tidak berhenti di Masjid Al Munawwarah, tetapi dapat menjangkau lebih banyak masjid, surau, maupun keluarga yang membutuhkan Al-Qur’an sebagai sarana pembelajaran.
Di sisi lain, penyerahan sarung baru juga menunjukkan bahwa bantuan sosial yang diberikan Gebu Minang Jawa Barat mencakup kebutuhan pendukung aktivitas ibadah masyarakat.
Menghidupkan Kembali Peran Strategis Masjid
Pemerintah Kota Padang sendiri terus mendorong agar masjid dan surau memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat.
Masjid yang aktif dengan kegiatan pendidikan Al-Qur’an, pembinaan remaja, kajian keagamaan, dan kegiatan sosial akan memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan masyarakat yang lebih baik.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan perantau menjadi penting.
Masjid Al Munawwarah Siteba menjadi salah satu titik dari semangat tersebut.
Bantuan Al-Qur’an dari Gebu Minang Jawa Barat pada akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya koleksi kitab suci di sebuah masjid. Lebih jauh, bantuan itu diharapkan membuka ruang yang lebih besar bagi anak-anak untuk membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Sebab, pembangunan generasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas, tetapi juga oleh nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini.
Dan ketika masjid kembali menjadi ruang yang ramah bagi anak-anak serta generasi muda, maka di sanalah nilai agama, pendidikan, dan kehidupan sosial dapat bertemu dalam satu gerakan pembinaan yang berkelanjutan.
(Mond)
#Padang #Daerah