Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Huntap Korban Banjir Bandang Padang Mulai Dikebut, Ratusan Rumah Permanen Disiapkan di Sungkai dan Balai Gadang

12 August 2026 | August 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T07:16:54Z

Huntap Korban Banjir Bandang Padang Mulai Dikebut, Ratusan Rumah Permanen Disiapkan di Sungkai dan Balai Gadang



D'On, Padang  — Harapan warga terdampak banjir bandang November 2025 untuk meninggalkan hunian sementara (Huntara) perlahan menemukan titik terang. Pemerintah Kota Padang bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia serta Yayasan Buddha Tzu Chi terus mendorong percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.


Keseriusan itu terlihat saat Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau langsung progres pembangunan Huntap di dua kawasan yang diproyeksikan menjadi lokasi permukiman baru bagi para penyintas bencana, yakni kawasan Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, dan Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Senin (11/8/2026).


Peninjauan tersebut bukan sekadar melihat pembangunan fisik. Di balik deretan lahan yang tengah dipersiapkan itu, terdapat harapan ratusan keluarga yang hingga kini masih harus menjalani kehidupan di Huntara setelah rumah mereka terdampak bencana.


Turut mendampingi Maigus Nasir, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Padang Tri Hadiyanto, Kepala Dinas Pertanahan Kota Padang Desmon Danus, pejabat Kementerian PKP RI Teddy Paul H. Siagian, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Camat Pauh Yandry, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar.


Sungkai Disiapkan untuk 183 Keluarga


Di kawasan Tanah Sungkai, Pemko Padang telah menyelesaikan proses pengadaan lahan seluas sekitar 4,6 hektare. Lahan tersebut kini dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan 183 unit rumah Huntap yang akan dibangun oleh Kementerian PKP RI.


Pembangunan direncanakan mulai memasuki tahap pelaksanaan pada September 2026.


Kawasan tersebut nantinya tidak hanya berupa rumah, tetapi dirancang sebagai hunian yang dilengkapi berbagai kebutuhan dasar agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.


Kepala Dinas Perkim Kota Padang Tri Hadiyanto mengatakan, pembangunan Huntap di Sungkai akan dilakukan secara lengkap dengan prasarana dan sarana pendukung.


Huntap di Sungkai akan dibangun oleh Kementerian PKP lengkap dengan prasarana dan sarana pendukung, seperti listrik, jalan lingkungan, dan jaringan air minum. Pemko Padang menyiapkan sumber air minum. Huntap ini nantinya diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pauh,” ujar Tri.


Dengan demikian, pembangunan di Sungkai tidak hanya menyelesaikan persoalan tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kembali kehidupan warga setelah bencana.


Balai Gadang Sudah Mendekati 50 Persen


Sementara itu, geliat pembangunan Huntap juga terlihat di kawasan Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.


Pada tahap pertama, tersedia lahan sekitar 2,8 hektare yang diproyeksikan untuk pembangunan 141 unit rumah. Pembangunan yang dilakukan dengan dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi tersebut saat ini telah mendekati 50 persen.


Pemko Padang tidak berhenti pada pembangunan rumah. Infrastruktur pendukung kawasan juga dipersiapkan agar para penerima Huntap nantinya tidak hanya mendapatkan bangunan rumah, tetapi juga lingkungan permukiman yang memadai.


Tri mengatakan Pemko Padang akan membangun Prasarana dan Sarana Utilitas (PSU), antara lain jalan lingkungan, irigasi, serta fasilitas pendukung lainnya.


PSU kita mulai minggu depan, karena Yayasan Buddha Tzu Chi fokus membangun rumah. Tahun ini kita menargetkan pembangunan 141 unit Huntap di Balai Gadang dan 183 unit di Sungkai,” katanya.


Target Membengkak Menjadi 340 Unit


Upaya penyediaan hunian di Balai Gadang bahkan diproyeksikan tidak berhenti pada 141 unit.


Tri mengungkapkan, Pemko Padang telah membeli tambahan lahan sekitar 1,2 hektare yang diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah.


Tidak berhenti sampai di sana, pemerintah juga sedang memproses kembali pengadaan lahan sekitar 2,2 hektare.


Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang ditargetkan mampu menampung sekitar 340 unit Huntap.


Selain itu, kita juga sudah membeli lahan sekitar 1,2 hektar yang diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah. Kemudian sekarang sedang proses tambahan pengadaan lahan lagi sekitar 2,2 hektar. Secara keseluruhan, kita menargetkan pembangunan sekitar 340 unit Huntap di kawasan Bumi Perkemahan ini,” ungkap Tri.


Angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana di Padang tidak hanya diarahkan untuk memulihkan kondisi sesaat, tetapi juga membangun kembali kawasan permukiman bagi masyarakat terdampak.


Pemko Kejar Kepastian Hunian Layak


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya memastikan tersedianya lahan untuk pembangunan Huntap.


Penyediaan lahan dilakukan melalui berbagai skema, baik dengan memanfaatkan aset pemerintah maupun melalui pengadaan tanah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang.


Langkah tersebut menjadi penting karena selama ini sebagian warga terdampak masih harus bertahan di Huntara.


Bagi pemerintah, Huntara merupakan solusi sementara. Namun bagi warga yang sudah berbulan-bulan meninggalkan rumahnya, kepastian mengenai tempat tinggal permanen menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.


Karena itu, Maigus berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai target sehingga masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan rumah yang lebih layak, aman dan permanen.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang. Terima kasih juga kepada Kementerian PKP RI yang telah membangun Huntap di kawasan Sungkai,” ujar Maigus.


Bukan Sekadar Membangun Rumah


Pembangunan Huntap ini menjadi bagian penting dari fase pemulihan masyarakat setelah banjir bandang yang melanda Kota Padang pada November 2025.


Rumah yang dibangun nantinya bukan sekadar bangunan fisik. Di sanalah warga akan kembali menata kehidupan, membangun kembali aktivitas keluarga, serta memulai lembaran baru setelah kehilangan atau kerusakan tempat tinggal akibat bencana.


Karena itu, tantangan pemerintah bukan hanya memastikan jumlah rumah terpenuhi. Ketersediaan jalan, air bersih, listrik, drainase, irigasi dan fasilitas pendukung lainnya juga menjadi faktor penting agar kawasan Huntap benar-benar dapat menjadi permukiman baru yang layak huni.


Kolaborasi antara Pemko Padang, Kementerian PKP dan Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi salah satu kunci percepatan tersebut.


Di Sungkai, 183 unit rumah dipersiapkan di atas lahan 4,6 hektare. Sementara di Balai Gadang, 141 unit rumah sedang dikerjakan dengan progres mendekati 50 persen, disertai rencana pengembangan kawasan hingga sekitar 340 unit Huntap.


Jika seluruh target tersebut terealisasi, ratusan keluarga penyintas bencana akan memiliki kesempatan untuk kembali tinggal di rumah permanen.


Kini, pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, kualitas bangunan terjaga, infrastruktur pendukung tersedia, dan yang paling penting, warga terdampak dapat segera meninggalkan Huntara menuju rumah baru yang aman dan layak.


Sebab bagi mereka, Huntap bukan sekadar proyek pembangunan.


Huntap adalah kepastian untuk kembali memiliki rumah, setelah bencana memaksa mereka kehilangan tempat tinggal dan menunggu terlalu lama untuk kembali pulang.


(Mond)


#Padang #Daerah #Huntap

×
Berita Terbaru Update