Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Air Sungai Berubah Jadi Lumpur, Seluruh Intake Perumda Air Minum Padang Terpaksa Ditutup, Ribuan Pelanggan Terdampak

03 August 2026 | August 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T09:24:32Z

Air Sungai Berubah Jadi Lumpur, Seluruh Intake Perumda Air Minum Padang Terpaksa Ditutup, Ribuan Pelanggan Terdampak



D'On, Padang – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Minggu malam (2/8) hingga Senin siang (3/8) membawa dampak besar terhadap pelayanan air bersih. Derasnya aliran sungai yang dipenuhi lumpur, pasir, dan material lainnya membuat Perumda Air Minum Kota Padang terpaksa menghentikan operasional seluruh intake atau pintu pengambilan air baku, sehingga distribusi air bersih ke berbagai wilayah kota terganggu.


Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan air sungai berubah menjadi sangat keruh. Material yang terbawa arus deras menumpuk di sekitar intake dan membuat proses pengambilan air baku tidak dapat dilakukan. Situasi tersebut memaksa seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) menghentikan produksi demi menjaga kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat.


Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan tingkat kekeruhan air baku telah melampaui batas yang dapat diolah oleh instalasi pengolahan.


"Seluruh intake terpaksa kami off-kan karena kekeruhan air sungai sangat tinggi. Kondisi air baku saat ini tidak bisa diolah sama sekali. Mulai siang ini seluruh intake kami hentikan operasionalnya," ujarnya, Senin (3/8).


Akibat penghentian operasional tersebut, gangguan distribusi air dipastikan terjadi di sejumlah kawasan Kota Padang. Wilayah pusat kota, kawasan utara hingga selatan berpotensi mengalami penurunan tekanan air bahkan penghentian aliran sementara hingga kondisi sungai kembali normal.


Menurut Adhie, langkah penghentian operasional merupakan keputusan yang harus diambil untuk memastikan air yang diproduksi tetap memenuhi standar kualitas. Memaksakan proses pengolahan dalam kondisi air baku yang dipenuhi lumpur justru berisiko menghasilkan air yang tidak layak didistribusikan kepada pelanggan.


Di tengah kondisi tersebut, seluruh personel teknis Perumda tetap disiagakan di lokasi intake. Mereka terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai agar proses pemulihan dapat dilakukan secepat mungkin.


Begitu hujan reda dan debit sungai mulai turun, petugas akan langsung membersihkan tumpukan material yang menyumbat intake. Setelah saluran pengambilan air kembali berfungsi, operasional IPA akan dijalankan secara bertahap hingga distribusi air kepada pelanggan kembali normal.


"Kami terus bersiaga di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, material yang menghambat intake akan segera dibersihkan agar produksi air dapat kembali berjalan," jelasnya.


Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak dan mengimbau masyarakat untuk menggunakan cadangan air secara hemat selama proses pemulihan berlangsung.


"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami berharap hujan segera reda dan kondisi sungai kembali normal sehingga seluruh instalasi pengolahan air dapat kembali beroperasi dan pelayanan kepada pelanggan pulih secepatnya," tutup Adhie.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem tidak hanya memicu banjir dan longsor, tetapi juga mengancam keberlangsungan layanan air bersih. Selama sungai masih dipenuhi lumpur dan material bawaan arus, produksi air bersih tidak dapat dilakukan secara maksimal, sehingga pemulihan distribusi sepenuhnya bergantung pada membaiknya kondisi alam.


(Mond)


#PerumdaAirMinum #Padang #Banjir #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update