
Sambut HJK Padang ke-357, Empat Bangkai Kapal di Batang Arau Dibongkar Demi Kelancaran Selaju Sampan
D'On, Padang – Pemerintah terus mematangkan berbagai persiapan menjelang peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membersihkan jalur Sungai Batang Arau melalui pembongkaran empat bangkai kapal yang selama bertahun-tahun berada di kawasan tersebut dan dinilai berpotensi menghambat pelaksanaan lomba tradisional Selaju Sampan, salah satu agenda unggulan HJK Padang.
Kegiatan pembongkaran yang berlangsung di kawasan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kamis (30/7/2026), menjadi bagian dari upaya menciptakan jalur sungai yang aman, bersih, dan representatif bagi para peserta maupun masyarakat yang akan menyaksikan perlombaan.
Lurah Batang Arau, Khosyi Mudhoffar, menjelaskan bahwa pembongkaran bangkai kapal bukan semata-mata untuk menyukseskan pelaksanaan Selaju Sampan, tetapi juga merupakan langkah nyata menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan sungai yang menjadi salah satu ikon Kota Padang.
"Untuk mendukung pelaksanaan Selaju Sampan yang merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357, kami melakukan pembongkaran bangkai kapal yang berada di sepanjang jalur sungai yang nantinya akan digunakan sebagai lintasan perlombaan," ujarnya.
Menurut Khosyi, keberadaan bangkai kapal selama ini berpotensi mengganggu kelancaran jalannya perlombaan sekaligus membahayakan keselamatan peserta yang akan berlomba di atas aliran Sungai Batang Arau. Karena itu, pemerintah memandang perlu melakukan penataan sebelum rangkaian HJK dimulai.
Ia menambahkan, pembongkaran juga menjadi bagian dari program pemeliharaan kawasan sungai agar tetap bersih, tertata, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik, terutama karena Batang Arau merupakan salah satu kawasan bersejarah dan destinasi wisata yang kerap menjadi wajah Kota Padang di mata wisatawan.
"Tujuan pembongkaran kapal ini yang pertama untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Selaju Sampan, dan yang kedua melakukan perawatan serta menjaga kebersihan sungai. Kegiatan ini kami laksanakan bersama Dinas PUPR Kota Padang dan Balai Wilayah Sungai V Sumatera Barat," jelasnya.
Pelaksanaan pembongkaran dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi antara Kelurahan Batang Arau, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, serta Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera Barat. Sinergi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung suksesnya agenda tahunan Kota Padang sekaligus memperbaiki kondisi kawasan sungai.
Sebanyak empat bangkai kapal menjadi sasaran pembongkaran karena berada tepat di jalur yang akan digunakan dalam perlombaan Selaju Sampan. Proses pekerjaan telah dimulai sejak 15 Juli 2026 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada 4 Agustus 2026, beberapa hari sebelum dimulainya rangkaian perayaan HJK Padang ke-357.
Meski demikian, Khosyi menegaskan bahwa seluruh proses pembongkaran dilakukan secara humanis dan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Pemerintah tidak serta-merta melakukan pembongkaran, melainkan terlebih dahulu menjalankan seluruh prosedur administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami melakukan mediasi dan sosialisasi kepada masyarakat pemilik bangkai kapal. Selain itu, kami juga membuat surat pernyataan sebagai bentuk legalitas administrasi atas kegiatan yang dilakukan," katanya.
Ia memastikan seluruh pemilik kapal telah memahami tujuan pembongkaran dan memberikan persetujuan, sehingga proses pekerjaan berlangsung kondusif tanpa adanya penolakan maupun unsur keterpaksaan.
"Pembongkaran sudah kami lakukan mulai 15 Juli hingga 4 Agustus. Ada empat kapal yang dibongkar karena memang keberadaannya dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan kegiatan nantinya," ungkapnya.
Dengan dibersihkannya jalur Sungai Batang Arau, pemerintah berharap pelaksanaan Selaju Sampan pada peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan meriah. Di sisi lain, penataan ini juga menjadi momentum mempercantik kawasan Batang Arau sebagai kawasan bersejarah yang memiliki nilai budaya, wisata, dan ekonomi bagi Kota Padang.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan sebuah perhelatan budaya tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur, keselamatan peserta, serta kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga ruang publik agar tetap bersih, tertata, dan nyaman dinikmati masyarakat.
(Mond)
#Padang #Daerah