Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perkuat Toleransi dan Kerukunan, Pemko Padang Gandeng FKUB Bangun Sinergi dengan Kemenag dan Kemendagri

03 July 2026 | July 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-03T06:23:31Z

Perkuat Toleransi dan Kerukunan, Pemko Padang Gandeng FKUB Bangun Sinergi dengan Kemenag dan Kemendagri



D'On, JAKARTAPemerintah Kota (Pemko) Padang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui koordinasi dan konsultasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang ke Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Republik Indonesia serta Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Rabu (1/7/2026).


Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Padang Syahendri Barkah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang Boby Firman, Ketua FKUB Kota Padang Salmadanis, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang Sri Hayati Maigus Nasir, serta jajaran pengurus Baznas Kota Padang.


Di PKUB Kementerian Agama RI, rombongan diterima langsung oleh Ketua PKUB Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad. Sementara di Kementerian Dalam Negeri, rombongan melakukan diskusi bersama Kasubdit Pembinaan Kerukunan Suku, Umat Beragama, Ras, Golongan, dan Penghayat Kepercayaan pada Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Hartono.


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pemko Padang bersama FKUB Kota Padang dalam memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna menyusun strategi yang lebih efektif dalam membangun toleransi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta memperkuat stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.


Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, mengatakan bahwa kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberagaman agama, suku, budaya, dan adat istiadat harus menjadi kekuatan yang mampu memperkokoh persatuan serta mempercepat pembangunan daerah.


"Kami ingin terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat agar kehidupan masyarakat Kota Padang tetap harmonis, rukun, dan saling menghormati dalam keberagaman. Kerukunan merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya," ujar Maigus Nasir.


Ia menegaskan, upaya memperkuat toleransi tersebut sejalan dengan visi Kota Padang, yakni menggerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota yang pintar dan sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.


Menurut Maigus, selama ini Pemerintah Kota Padang secara konsisten melibatkan berbagai unsur dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis. Selain pemerintah daerah, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan FKUB menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan penuh toleransi.


Ia juga mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus diperluas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan kerukunan di daerah.


"Semoga sinergi ini semakin memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Padang. Setelah ini, kami akan melanjutkan agenda koordinasi serupa dengan Pemko Bekasi, Kantor Kemenag Kota Bekasi, dan FKUB Kota Bekasi, serta Setara Institute," tambahnya.


Sementara itu, Ketua PKUB Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad, memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Padang bersama FKUB. Menurutnya, kunjungan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun moderasi beragama dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.


Ia menilai keberhasilan menjaga kerukunan tidak dapat dilepaskan dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat.


"Sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya," katanya.


Pandangan senada juga disampaikan Kasubdit Pembinaan Kerukunan Suku, Umat Beragama, Ras, Golongan, dan Penghayat Kepercayaan Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Hartono.


Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Padang yang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis. Menurutnya, kerukunan merupakan fondasi utama bagi terciptanya stabilitas daerah yang menjadi prasyarat keberhasilan pembangunan.


"Kerukunan merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini dan kehidupan masyarakat tetap harmonis," ujarnya.


Melalui rangkaian koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap lahir berbagai langkah strategis yang dapat memperkuat budaya dialog, meningkatkan toleransi, serta membangun kehidupan masyarakat yang semakin rukun di tengah keberagaman.


Sinergi yang terus dibangun antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, FKUB, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat diharapkan mampu menjadikan Kota Padang sebagai salah satu daerah yang tidak hanya berhasil menjaga kerukunan, tetapi juga mampu menghadirkan iklim sosial yang kondusif bagi percepatan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan persatuan bangsa.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update