Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mundur dari Kepala BGN, Nanik S. Deyang Siap Jalani Pengobatan Jantung, Dipercaya Prabowo Pimpin Dewan Pengawas

22 July 2026 | July 22, 2026 WIB Last Updated 2026-07-22T07:18:03Z

Mundur dari Kepala BGN, Nanik S. Deyang Siap Jalani Pengobatan Jantung, Dipercaya Prabowo Pimpin Dewan Pengawas



D'On, Jakarta – Nanik S. Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah memimpin lembaga tersebut selama kurang lebih satu setengah bulan. Keputusan itu diambil bukan karena persoalan politik maupun kinerja, melainkan untuk menjalani pengobatan penyakit jantung yang akan dilakukan di luar negeri.


Meski melepas jabatan strategis tersebut, kepercayaan Presiden Prabowo Subianto kepada Nanik disebut tidak berkurang. Presiden justru menyiapkan peran baru baginya sebagai Ketua Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional, sebuah posisi yang akan bertugas mengawasi jalannya lembaga agar tetap berada di jalur yang telah dirancang.


Melalui unggahan di media sosial pada Rabu (22/7/2026), Nanik mengungkapkan dirinya telah berpamitan langsung kepada Presiden sebelum mengambil keputusan tersebut.

 

"Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya. Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang. Sumpah trauma akut," tulis Nanik.


Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa meski tak lagi berada di garis depan sebagai pimpinan BGN, dirinya tetap akan memiliki peran penting dalam memastikan tata kelola lembaga berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.


Pengganti Disebut Sosok Terpercaya


Dalam unggahan yang sama, Nanik juga memberi isyarat mengenai sosok yang akan menggantikannya sebagai Kepala BGN. Ia menyebut Presiden telah menunjuk seseorang yang sangat dikenalnya dan bahkan dianggap sebagai "adik" sendiri.

 

"Insya Allah pengganti saya adalah 'adik saya' di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang," ungkapnya.


Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa proses regenerasi kepemimpinan di BGN akan tetap berada dalam jalur reformasi yang telah dirintis sejak awal masa kepemimpinannya.


Tetap Dukung Program Makan Bergizi Gratis


Walaupun memilih mundur, Nanik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.


Ia menepis anggapan bahwa program tersebut memiliki tujuan politik. Menurutnya, sasaran utama MBG adalah meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.

 

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos," ujarnya.


Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa fokus utama program MBG adalah investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia, bukan kepentingan elektoral.


Tinggalkan Fondasi Reformasi di Tubuh BGN


Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengklaim telah melakukan berbagai langkah pembenahan internal di Badan Gizi Nasional. Salah satu kebijakan yang diambil adalah melakukan perombakan terhadap lima pejabat eselon I yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.


Tak hanya itu, ia juga membentuk 11 tim reformasi yang diberi mandat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.


Tim tersebut akan fokus pada sejumlah sektor strategis, antara lain:

  • Evaluasi ketepatan sasaran penerima manfaat Program MBG.
  • Perbaikan sistem operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Penguatan tata kelola dan pengawasan pelaksanaan program.
  • Evaluasi distribusi layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
  • Penyusunan rekomendasi reformasi kelembagaan untuk meningkatkan efektivitas BGN.


Menurut Nanik, langkah-langkah tersebut merupakan fondasi penting agar program nasional yang menyasar jutaan anak Indonesia dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


Babak Baru Bagi Badan Gizi Nasional


Pengunduran diri Nanik menandai babak baru bagi Badan Gizi Nasional. Di tengah pergantian kepemimpinan, tantangan terbesar yang dihadapi lembaga ini adalah menjaga kesinambungan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.


Dengan tetap dilibatkannya Nanik sebagai calon Ketua Dewan Pengawas, pemerintah tampaknya ingin memastikan proses reformasi dan pengawasan di tubuh BGN tetap berjalan, sekaligus menjaga keberlanjutan program yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi serta masa depan generasi Indonesia.


(L6)


#Nasional #BadanGiziNasional

×
Berita Terbaru Update