Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Brigpol Randi Lionel Ditahan Propam Usai Briptu Excel Tewas Tertembak Saat Bertugas, Polda Sulut Dalami Dugaan Kelalaian

01 July 2026 | July 01, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T09:09:27Z

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan. (Antara/Polda Sulut)



D'On, Bolmut - Peristiwa tragis yang merenggut nyawa anggota kepolisian kembali terjadi. Kali ini, Briptu Excel Mamuli meninggal dunia setelah terkena tembakan yang diduga dilepaskan oleh rekan satu timnya sendiri, Brigpol Randi Lionel Tarandung, saat menjalankan tugas mengamankan keributan bersenjata tajam di Desa Paku Induk, Kecamatan Bolangitan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara.


Insiden yang terjadi pada Minggu (28/6/2026) itu kini menjadi perhatian serius Polda Sulawesi Utara. Brigpol Randi telah ditahan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bolmut untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap apakah terdapat unsur kelalaian dalam penggunaan senjata api.


Selain Propam, Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Sulut juga ikut mengawasi jalannya proses pemeriksaan agar penyelidikan berlangsung objektif dan transparan.


Kronologi Penembakan


Berdasarkan informasi kepolisian, kejadian bermula ketika Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bolmut menerima laporan masyarakat mengenai keributan yang melibatkan sejumlah orang dengan senjata tajam di Desa Paku Induk.


Menindaklanjuti laporan tersebut, tiga personel URC diterjunkan ke lokasi. Tim dipimpin oleh Brigpol Randi Lionel Tarandung dengan tujuan mengendalikan situasi dan mencegah jatuhnya korban.


Setibanya di lokasi, petugas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku dan memasukkannya ke dalam mobil patroli. Namun situasi belum sepenuhnya terkendali.


Saat Briptu Excel Mamuli melakukan interogasi terhadap pelaku yang telah diamankan, seorang pelaku lain secara tiba-tiba muncul dari arah belakang sambil membawa senjata tajam dan diduga hendak menyerang Briptu Excel.


Melihat rekannya berada dalam kondisi terancam, Brigpol Randi mengambil keputusan mengeluarkan senjata api organiknya dengan tujuan melumpuhkan pelaku. Namun dalam situasi yang berlangsung sangat cepat tersebut, peluru yang dilepaskan justru mengenai dada kanan Briptu Excel.


Tembakan itu membuat Briptu Excel roboh di lokasi dalam kondisi kritis.


Upaya Penyelamatan Tak Berhasil


Setelah menyadari rekannya tertembak, Brigpol Randi bersama anggota lainnya segera memberikan pertolongan pertama dan membawa Briptu Excel ke RSUD Bolaang Mongondow Utara.


Karena kondisinya sangat serius, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap.


Meski tim dokter telah berupaya maksimal menyelamatkan nyawanya, Briptu Excel akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.


Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari proses penyelidikan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.


Brigpol Randi Ditahan, Polda Tegaskan Tak Ada Toleransi


Pasca-kejadian, Brigpol Randi Lionel langsung diamankan dan kini menjalani pemeriksaan oleh Propam.


Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, menegaskan seluruh fakta akan didalami secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam penggunaan senjata api oleh anggota.


"Semuanya dilakukan pemeriksaan dan pendalaman. Apabila ditemukan adanya unsur kelalaian, maka sesuai dengan perintah tegas Kapolda, personel yang bersangkutan tetap akan dikenakan sanksi hukum yang berlaku," ujar Alamsyah, Selasa (30/6/2026).


Polda Sulut menegaskan tidak akan menutup-nutupi proses hukum. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa anggota, maka sanksi etik maupun pidana akan diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku.


Di sisi lain, dua pelaku keributan yang diduga terlibat dalam insiden tersebut hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.


Keluarga Korban Minta Keadilan


Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, keluarga Briptu Excel mengaku masih sangat terpukul atas kehilangan tersebut.


Ayah korban, Jos Mamuli, berharap aparat mengusut kasus ini secara tuntas tanpa pandang bulu. Menurutnya, keluarga ingin mengetahui secara jelas bagaimana peristiwa itu bisa terjadi hingga merenggut nyawa putranya yang sedang menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.


Harapan keluarga sederhana, yakni agar seluruh fakta diungkap secara transparan dan siapa pun yang terbukti lalai maupun bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku.


Menanti Hasil Investigasi


Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan dugaan salah tembak yang menyebabkan seorang anggota Polri gugur saat menjalankan tugas. Hasil pemeriksaan Propam, Itwasda, serta penyelidikan terhadap kronologi penggunaan senjata api akan menjadi penentu apakah insiden tersebut murni merupakan kecelakaan dalam situasi darurat atau terdapat unsur kelalaian yang berujung pada pertanggungjawaban hukum.


Sementara proses investigasi berjalan, Polda Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk mengungkap fakta secara profesional, transparan, dan akuntabel demi memberikan kepastian hukum sekaligus memenuhi rasa keadilan bagi keluarga Briptu Excel Mamuli.


(B1)


#Peristiwa #Polri #PolisiTembakPolisi

×
Berita Terbaru Update