
Bangun Kedekatan Lewat "Boba Ceria", Mahasiswa Tanamkan Budaya Hidup Bersih dan Nilai Keagamaan di Nagari Muaro Sungai Lolo
D'On, Sumatera Barat – Gelak tawa anak-anak berpadu dengan semangat para mahasiswa memenuhi kawasan Loss Pasar Baru, Nagari Muaro Sungai Lolo, Selasa (7/7/2026). Sejak matahari mulai menghangatkan pagi, kebersamaan telah terjalin dalam sebuah rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga membawa misi besar membangun kesadaran hidup bersih, mempererat hubungan sosial, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
Melalui berbagai program yang berlangsung serentak di Jorong Muaro dan Jorong Sungai Lolo, mahasiswa menghadirkan konsep pengabdian yang inovatif dan menyenangkan. Edukasi dikemas melalui permainan, aktivitas kreatif, olahraga bersama, hingga pendampingan mengaji sehingga setiap materi dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak tanpa terasa seperti proses belajar yang membosankan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti mahasiswa, panitia, dan puluhan anak-anak dari kedua jorong. Iringan musik yang penuh semangat membuat seluruh peserta bergerak serempak mengikuti setiap instruksi. Tawa dan senyum menghiasi wajah peserta, menciptakan suasana hangat yang secara perlahan menghapus rasa canggung antara mahasiswa dan masyarakat.
Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, senam pagi menjadi simbol dimulainya ikatan kebersamaan. Mahasiswa memanfaatkan momen tersebut untuk membangun komunikasi yang akrab dengan anak-anak, mengajak mereka aktif bergerak, sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik secara rutin.
Memasuki siang hari, perhatian anak-anak langsung tertuju pada program yang paling dinanti, yaitu "Boba Ceria (Cuci Tangan Ria)". Program ini menjadi inovasi edukasi kesehatan yang memadukan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kegiatan membuat minuman boba sederhana bersama-sama.
Sebelum menyentuh bahan makanan, mahasiswa mengajak seluruh peserta memahami bahwa kebersihan merupakan langkah pertama dalam menjaga kesehatan. Edukasi disampaikan dengan metode yang menyenangkan melalui lagu cuci tangan dan gerakan interaktif yang membuat anak-anak dengan mudah menghafal setiap tahapan mencuci tangan yang benar.
Suasana semakin hidup ketika seluruh peserta mempraktikkan secara langsung enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Dengan penuh antusias, anak-anak mengikuti setiap arahan sambil saling mengingatkan temannya agar tidak melewatkan satu langkah pun. Cara belajar seperti ini membuat pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lebih mudah tertanam dalam ingatan mereka.
Setelah seluruh peserta dipastikan memiliki tangan yang bersih dan higienis, kegiatan berlanjut pada proses pembuatan minuman boba. Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan didampingi langsung oleh mahasiswa. Mereka belajar menyiapkan bahan, mencampur minuman, hingga menyajikannya bersama.
Di balik kesederhanaannya, aktivitas tersebut mengandung banyak nilai pembelajaran. Anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan sebelum mengolah makanan, belajar bekerja sama dalam tim, melatih kreativitas, serta membangun rasa percaya diri. Gelak tawa yang terdengar sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa edukasi akan lebih bermakna ketika disampaikan melalui pengalaman yang menyenangkan.
Bagi mahasiswa, "Boba Ceria" bukan sekadar kegiatan membuat minuman kekinian. Program ini menjadi media efektif untuk menanamkan kebiasaan mencuci tangan sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang diharapkan terus diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
Ketika matahari mulai tenggelam, nuansa kegiatan berubah menjadi lebih khusyuk. Selepas Salat Maghrib, mahasiswa kembali berkumpul bersama anak-anak dalam program "Ekspand Mengaji" yang dilaksanakan di tempat pengajian Jorong Muaro dan Jorong Sungai Lolo.
Kegiatan diawali dengan sesi storytelling yang mengangkat kisah-kisah para nabi sebagai teladan kehidupan. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, mahasiswa mengajak anak-anak memahami nilai kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, kasih sayang, serta pentingnya berbuat baik kepada sesama.
Interaksi hangat terlihat ketika anak-anak antusias menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat mereka mengenai hikmah dari setiap kisah yang disampaikan. Pendekatan tersebut menjadikan pembelajaran agama terasa lebih hidup, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Usai sesi bercerita, kegiatan dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an dan mengaji bersama hingga azan Isya berkumandang. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, mahasiswa mendampingi setiap anak dengan sabar, memberikan motivasi agar mereka semakin mencintai Al-Qur'an dan menjadikan kegiatan mengaji sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung di Jorong Muaro dan Jorong Sungai Lolo menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui program berskala besar. Justru melalui langkah-langkah sederhana yang menyentuh langsung kehidupan warga, mahasiswa mampu menghadirkan perubahan positif yang nyata.
Mulai dari mengajak anak-anak berolahraga bersama, menanamkan budaya hidup bersih melalui program "Boba Ceria", hingga memperkuat nilai-nilai spiritual lewat "Ekspand Mengaji", seluruh kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Pengabdian ini bukan hanya meninggalkan kenangan indah bagi anak-anak Nagari Muaro Sungai Lolo, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik yang diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan mereka. Sebab, senyum yang terukir hari ini bukan sekadar hasil dari sebuah kegiatan, melainkan awal dari tumbuhnya generasi yang lebih sehat, lebih peduli terhadap sesama, dan berakhlak mulia.
(*)
#UniversitasAndalas #SumateraBarat #Pendidikan