Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perkuat Literasi Masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Gandeng Bank Indonesia Sumbar

17 June 2026 | June 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T14:00:46Z

Perkuat Literasi Masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Gandeng Bank Indonesia Sumbar



D'On, PADANG Upaya meningkatkan budaya baca dan memperkuat kualitas sumber daya manusia terus dilakukan Pemerintah Kota Padang. Kali ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang menjalin sinergi strategis dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat dalam rangka memperkuat literasi masyarakat secara menyeluruh.


Kolaborasi tersebut diawali melalui pertemuan audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Rabu (17/6/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal membangun kerja sama berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca, tetapi juga penguatan literasi ekonomi, literasi digital, dan pengembangan kapasitas masyarakat menghadapi tantangan zaman.


Audiensi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, didampingi Kepala Bidang Pembinaan beserta jajaran pustakawan fungsional. Kehadiran rombongan tersebut disambut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Andy Setyo Biwado, bersama sejumlah pejabat dan tim terkait dari BI Sumbar.


Dalam pertemuan tersebut, Heriza Syafani memaparkan berbagai program dan inovasi yang tengah disiapkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang guna mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, pusat inovasi, dan ruang kolaborasi yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


"Literasi pada era sekarang memiliki makna yang jauh lebih luas. Masyarakat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami informasi, mengelola pengetahuan, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.


Ia menjelaskan, Kota Padang membutuhkan pendekatan kolaboratif dalam membangun budaya literasi. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan seperti Bank Indonesia, dinilai sangat penting untuk mempercepat peningkatan kualitas literasi masyarakat.


Dalam paparannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang juga menawarkan sejumlah program yang dapat disinergikan bersama BI Sumbar. Program tersebut antara lain penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial, peningkatan literasi keuangan bagi pelajar dan masyarakat, pelatihan keterampilan digital, pengembangan komunitas literasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana pembelajaran yang mudah diakses masyarakat.


Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, Andy Setyo Biwado, menyambut baik gagasan yang disampaikan. Menurutnya, peningkatan kualitas literasi merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing suatu daerah di masa depan.


Ia menilai, penguatan literasi ekonomi dan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi modern yang semakin dinamis.


"Kami melihat banyak ruang kolaborasi yang bisa dikembangkan bersama. Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami perkembangan ekonomi, mampu mengelola keuangan secara bijak, dan memanfaatkan teknologi secara positif," ungkapnya.


Sebagai tindak lanjut, kedua institusi sepakat untuk menghadirkan berbagai kegiatan bersama yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.


Beberapa program yang direncanakan di antaranya workshop edukatif, seminar tematik, kelas literasi keuangan, pelatihan peningkatan kompetensi digital, lomba menulis dan membaca, serta berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda.


Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem literasi yang lebih kuat dan berkelanjutan di Kota Padang. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, masyarakat dituntut tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi individu yang kritis, adaptif, dan produktif.


Langkah sinergis antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang dengan Bank Indonesia Sumatera Barat pun menjadi bukti bahwa pembangunan literasi tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Dengan semangat kolaborasi tersebut, Kota Padang diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai kota yang tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga unggul dalam pembangunan sumber daya manusia melalui budaya literasi yang kuat dan merata di seluruh lapisan masyarakat.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update