Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lautan Manusia Penuhi Jalan Sudirman, Parade Tauhid 1448 H Satukan Ribuan Umat Islam di Kota Padang

16 June 2026 | June 16, 2026 WIB Last Updated 2026-06-16T06:57:29Z

Lautan Manusia Penuhi Jalan Sudirman, Parade Tauhid 1448 H Satukan Ribuan Umat Islam di Kota Padang



D'On, PADANG – Ribuan umat Islam dari berbagai daerah memadati pusat Kota Padang dalam gelaran Parade Tauhid memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan ini menjadi simbol kuat persatuan umat sekaligus momentum memperkuat nilai-nilai keislaman dan budaya Minangkabau di Ranah Minang.


Parade yang dimulai dari Pelataran Masjid Agung Nurul Iman dan berakhir di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi itu berubah menjadi lautan manusia yang memenuhi sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.


Dengan iringan takbir, salawat, dan lantunan syiar Islam, ribuan peserta melakukan long march sebagai representasi perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW, sekaligus ajakan bagi masyarakat untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.


Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, didampingi Wakil Wali Kota Maigus Nasir.


Turut hadir Anggota DPD RI Jelita Donal, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri, Habib Rizieq Shihab, Ustadz Derry Sulaiman, Willie Salim, sejumlah tokoh Islam nasional, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam se-Kota Padang, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara sejak pagi hari.


Hijrah Bukan Sekadar Perpindahan, Tetapi Perubahan Peradaban


Parade Tauhid tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan sarat dengan pesan kebangkitan umat Islam.


Sepanjang perjalanan menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, peserta mendapatkan tausiah dan pesan-pesan keumatan dari berbagai tokoh Islam yang hadir.


Setibanya di lokasi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan orasi kebangsaan dan keumatan, pembacaan resolusi masyarakat Sumatera Barat, serta doa bersama untuk kemajuan daerah dan bangsa.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.


Menurutnya, Parade Tauhid merupakan momentum penting untuk membangun optimisme, memperkuat persatuan, serta meneguhkan semangat perubahan melalui nilai-nilai Islam.


“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Mudah-mudahan Parade Tauhid ini menjadi bagian dari ikhtiar kita memperlihatkan perubahan demi perubahan ke arah yang lebih baik melalui momentum pergantian tahun baru Islam,” ujar Fadly Amran.


Perkuat ABS-SBK Lewat Program Unggulan Kota Padang


Di hadapan ribuan peserta, Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) melalui berbagai program unggulan daerah.


Ia menyebut program Smart Surau dan Sinergi Nagari menjadi instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.


Tak hanya itu, Pemerintah Kota Padang juga tengah menyiapkan sejumlah regulasi strategis guna menjawab berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.


“Insya Allah, lahirnya Peraturan Daerah Nagari di Dalam Kota menjadi langkah strategis kita untuk memperkuat sinergi pemerintah dengan niniak mamak dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, kami juga tengah menyiapkan revisi Perda Ketenteraman dan Ketertiban Umum sebagai upaya menjawab berbagai persoalan sosial, seperti tawuran, pergaulan bebas, dan penyimpangan perilaku lainnya,” tegasnya.


Sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Islam yang semakin masif, Fadly juga menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Padang memasukkan Parade Tauhid ke dalam rangkaian agenda tetap Festival Surau.


Menurutnya, langkah tersebut akan semakin memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan budaya Minangkabau.


“Semoga dapat menambah semarak Festival Surau sebagai bagian dari syiar Islam serta penguatan nilai-nilai ABS-SBK di Kota Padang,” imbuhnya.


Jelita Donal: Long March Menjadi Simbol Perjalanan Hijrah


Sementara itu, Anggota DPD RI sekaligus inisiator kegiatan, Jelita Donal, menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam.


Menurut pria yang akrab disapa Ustadz Jel Fathullah itu, momentum hijrah harus dimaknai sebagai perubahan menyeluruh menuju kehidupan yang lebih baik berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan sunnah.


Ia menjelaskan, konsep long march dari Masjid Agung Nurul Iman menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sengaja dirancang sebagai simbol perjalanan hijrah.


“Aksi long march dari Masjid Agung Nurul Iman menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi menjadi simbol hijrah. Semoga kegiatan ini mendapat ridha Allah SWT dan semakin memperkuat persatuan dan kebangkitan umat Islam khususnya di Sumatera Barat,” ujarnya.


Simbol Persatuan Umat di Tengah Dinamika Zaman


Parade Tauhid 1448 Hijriah menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar yang digelar di Kota Padang tahun ini. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, hingga generasi muda menunjukkan bahwa semangat persatuan umat Islam tetap terjaga di tengah berbagai tantangan zaman.


Lebih dari sekadar pawai, kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kolaborasi antara ulama dan umara, serta menghidupkan kembali semangat hijrah sebagai gerakan perubahan menuju masyarakat yang religius, beradab, dan berkemajuan.


Di bawah gema takbir dan salawat yang menggema sepanjang jalan protokol Kota Padang, Parade Tauhid 1448 Hijriah pun meninggalkan satu pesan kuat: hijrah bukan hanya mengenang perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengajak seluruh umat untuk bergerak bersama membangun masa depan yang lebih baik.


(Mond)



#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update