Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jelang Tahun Ajaran Baru, Pemko Padang Genjot Daya Beli Masyarakat, Pasar Raya Fase VII Diproyeksikan Jadi Pusat Perputaran Ekonomi

15 June 2026 | June 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T10:40:42Z

Jelang Tahun Ajaran Baru, Pemko Padang Genjot Daya Beli Masyarakat, Pasar Raya Fase VII Diproyeksikan Jadi Pusat Perputaran Ekonomi



D'On, PADANG – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, denyut perekonomian di kawasan Pasar Raya Padang Fase VII mulai menunjukkan geliat yang semakin positif. Lonjakan kunjungan masyarakat yang berburu berbagai kebutuhan sekolah menjadi momentum strategis yang dimanfaatkan Pemerintah Kota Padang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.


Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) tidak ingin momentum tahunan ini berlalu begitu saja. Berbagai langkah konkret pun mulai disiapkan, mulai dari menggandeng sektor perbankan, perusahaan transportasi daring, hingga menyiapkan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.


Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan bahwa tahun ajaran baru selalu menjadi salah satu penggerak utama aktivitas perdagangan di Kota Padang, terutama di kawasan Pasar Raya Fase VII yang kini semakin lengkap dalam menyediakan kebutuhan masyarakat.


Menurutnya, Fase VII tidak lagi hanya dikenal sebagai pusat penjualan pakaian, mukena, maupun alat tulis semata, tetapi telah berkembang menjadi pusat perbelanjaan yang menyediakan hampir seluruh perlengkapan sekolah yang dibutuhkan masyarakat.


“Ya, kita untuk saat ini, tentunya dengan mau masuknya tahun ajaran baru, tentu ini sebuah peluang bagi pelaku usaha kita, khususnya pedagang yang berada di Pasar Raya Fase VII. Sama-sama kita ketahui di Fase VII bukan hanya sekadar pakaian, bukan hanya sekadar mukena atau alat tulis saja, tapi juga perlengkapan-perlengkapan sekolah yang dibutuhkan oleh masyarakat kita juga tersedia di Pasar Raya Fase VII,” kata Fizlan, Minggu (14/6/2026).


Ia menjelaskan, masyarakat kini dapat menemukan berbagai kebutuhan pendidikan di satu lokasi, mulai dari seragam sekolah, sepatu, tas, alat tulis, hingga berbagai perlengkapan penunjang lainnya dengan beragam pilihan harga yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat.


“Masyarakat dapat mencari sepatu, tas, dan alat tulis yang sesuai dengan kebutuhan yang sudah tersedia lengkap di Pasar Raya Fase VII,” ujarnya.


Kolaborasi dengan Bank Nagari dan Grab untuk Menggerakkan Ekonomi


Tidak hanya mengandalkan peningkatan kunjungan masyarakat, Disdag Kota Padang juga bergerak cepat membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk memperluas akses transaksi dan mempermudah masyarakat berbelanja.


Kerja sama tersebut melibatkan Bank Nagari dan perusahaan transportasi daring Grab yang diharapkan mampu memberikan kemudahan akses, memperkuat sistem pembayaran digital, serta memperluas jangkauan konsumen ke kawasan Pasar Raya.


“Saat ini kita berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak Grab, pihak Bank Nagari, bagaimana menggaet sektor perekonomian, terutama peningkatan daya beli masyarakat kita,” ungkap Fizlan.


Langkah ini dinilai sebagai strategi adaptif di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam bertransaksi.


Digitalisasi perdagangan serta integrasi layanan transportasi diyakini akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Pasar Raya Padang di tengah persaingan pusat perbelanjaan modern.


Antisipasi Kenaikan Harga, Operasi Pasar Segera Digelar


Meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang tahun ajaran baru umumnya turut dibarengi dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan langkah antisipatif melalui pelaksanaan operasi pasar secara berkala.


Program ini difokuskan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan komoditas penting tetap aman di tengah tingginya permintaan masyarakat.


Beberapa komoditas yang menjadi prioritas antara lain beras, minyak goreng, dan cabai, yang selama ini menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan kerap mengalami fluktuasi harga pada periode tertentu.


Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan daya beli masyarakat.


Revitalisasi Pasar Raya Didukung Anggaran Rp40 Miliar


Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang juga menunjukkan komitmen jangka panjang dalam membangun wajah baru Pasar Raya melalui program revitalisasi sarana dan prasarana.


Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar yang nantinya akan digunakan untuk melakukan berbagai perbaikan fasilitas umum oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang.


Revitalisasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kawasan pasar yang lebih nyaman, aman, tertata, dan modern sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.


Perbaikan infrastruktur ini juga menjadi bagian dari upaya besar Pemerintah Kota Padang dalam mengembalikan kejayaan Pasar Raya sebagai pusat perdagangan utama sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.


Dengan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, pelaku usaha, dan masyarakat, Pasar Raya Fase VII kini diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat transaksi perdagangan menjelang tahun ajaran baru, tetapi juga menjadi episentrum kebangkitan ekonomi kerakyatan di Kota Padang.


Momentum ini pun menjadi harapan baru bagi ribuan pedagang yang menggantungkan penghidupannya di Pasar Raya, sekaligus menjadi indikator bahwa pasar tradisional tetap memiliki daya saing kuat apabila dikelola secara modern, kolaboratif, dan berkelanjutan.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update