Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengenal “Pahlawan Api”, Siswa TK Belajar Proteksi Dini Kebakaran di Mako Damkar Padang

14 May 2026 | May 14, 2026 WIB Last Updated 2026-05-14T06:03:41Z

Mengenal “Pahlawan Api”, Siswa TK Belajar Proteksi Dini Kebakaran di Mako Damkar Padang



D'On, Padang - Suara tawa dan sorak riang anak-anak terdengar memenuhi halaman Markas Komando Pemadam Kebakaran Kota Padang di Jalan Rasuna Said, Rabu (13/5/2026) siang. Puluhan siswa TK Kemala Bhayangkari 1 Padang tampak berbaris rapi mengenakan seragam sekolah mereka. Mata kecil mereka berbinar penuh rasa ingin tahu saat melihat mobil pemadam kebakaran berukuran besar terparkir gagah di halaman markas.


Bagi anak-anak itu, hari tersebut bukan sekadar kunjungan sekolah biasa. Mereka sedang belajar mengenal para “Pahlawan Api”  sebutan bagi petugas pemadam kebakaran yang setiap hari berjibaku menyelamatkan masyarakat dari ancaman kebakaran dan situasi darurat lainnya.


Begitu memasuki area markas, suasana antusias langsung terasa. Sejumlah petugas Damkar menyambut hangat para siswa. Anak-anak tampak tak sabar ingin melihat lebih dekat perlengkapan pemadam kebakaran yang selama ini hanya mereka lihat di televisi atau melintas di jalan dengan sirene meraung.


Satu per satu alat diperkenalkan kepada mereka. Mulai dari helm pelindung, baju tahan panas, selang air berukuran besar, nozzle, hingga sambungan Y-connection. Para petugas menjelaskan fungsi setiap alat dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak.


Di sela edukasi, beberapa siswa terlihat mengangkat tangan, penasaran dengan pekerjaan para petugas Damkar.


“Kalau apinya besar, takut tidak?” tanya seorang siswa polos yang langsung disambut senyum para petugas.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang melalui Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana, Rinaldi, mengatakan bahwa kegiatan edukasi seperti ini rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat sejak usia dini mengenai bahaya kebakaran dan pentingnya keselamatan.


Menurutnya, pendidikan tentang mitigasi kebakaran tidak harus menunggu seseorang dewasa. Justru, anak-anak perlu dikenalkan lebih awal agar memahami risiko yang ada di sekitar mereka.


“Anak-anak kami ajari penyebab kebakaran, penggunaan alat pelindung diri, dan cara pemadaman sederhana. Tujuannya, mereka bisa memahami risiko kebakaran dan mengenal seperti apa pekerjaan pemadam kebakaran sejak dini,” ujar Rinaldi.


Ia menjelaskan, kebakaran sering kali terjadi akibat hal-hal sederhana yang kerap diabaikan, seperti bermain korek api, lupa mematikan kompor, hingga penggunaan listrik yang tidak aman. Karena itu, edukasi kepada anak-anak menjadi langkah penting dalam membangun budaya keselamatan.


Tidak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa juga diajak melihat langsung bagaimana petugas bekerja. Mereka diperkenalkan pada armada pemadam, ruang perlengkapan, hingga simulasi sederhana penanganan kebakaran.


Momen paling menarik terjadi ketika anak-anak diberi kesempatan naik ke atas mobil pemadam kebakaran. Dengan wajah penuh kegembiraan, mereka duduk bergantian sambil memegang selang air yang biasa digunakan petugas saat memadamkan api.


Beberapa siswa bahkan tampak berteriak senang saat sirene mobil pemadam dibunyikan.


Petugas Damkar Danpos 4, Yosi Anita, mengatakan pengalaman langsung seperti ini sengaja diberikan agar anak-anak tidak hanya belajar melalui teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata tentang pentingnya keselamatan.


“Anak-anak diperkenalkan nomor darurat pemadam kebakaran dan diajak praktik naik mobil pemadam. Ini memberi pengalaman langsung bagaimana pemadam kebakaran bekerja di lapangan,” katanya.


Menurut Yosi, anak-anak umumnya sangat cepat menyerap informasi ketika pembelajaran dikemas secara menyenangkan dan interaktif. Karena itu, petugas berusaha menghadirkan suasana edukasi yang santai namun tetap penuh makna.


Selain mengenalkan profesi pemadam kebakaran, kegiatan ini juga bertujuan menghilangkan rasa takut anak-anak terhadap petugas Damkar saat menghadapi situasi darurat.


“Harapannya, kalau suatu hari mereka melihat kebakaran atau kondisi darurat, mereka tidak panik dan tahu harus meminta bantuan ke mana,” tambahnya.


Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 1 Padang, Fenny Ria, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat berharga bagi anak didiknya. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas seperti ini mampu menumbuhkan keberanian, kepedulian, dan kesadaran akan keselamatan sejak dini.


“Mereka juga belajar bagaimana menghadapi situasi darurat dan menjaga keselamatan sehari-hari,” ujarnya.


Ia menilai profesi pemadam kebakaran selama ini identik dengan pekerjaan berat dan berbahaya. Namun melalui kunjungan tersebut, anak-anak dapat melihat sisi kemanusiaan dan pengabdian dari para petugas Damkar yang siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan.


Program edukasi kebakaran untuk pelajar ini sendiri terus mendapat sambutan positif dari berbagai sekolah di Kota Padang. Hingga saat ini, lebih dari 20 taman kanak-kanak telah mengikuti kegiatan serupa, dan daftar antrean kunjungan terus bertambah.


Fenomena itu menunjukkan meningkatnya kesadaran sekolah dan orang tua terhadap pentingnya pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini.


Di tengah meningkatnya risiko kebakaran di kawasan perkotaan, langkah sederhana mengenalkan keselamatan kepada anak-anak ternyata memiliki dampak besar. Dari halaman markas pemadam kebakaran itu, lahir pelajaran penting bahwa keberanian bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga tentang memahami cara melindungi diri dan orang lain sejak kecil.


Dan siang itu, di balik suara sirene dan semburan air dari selang pemadam, anak-anak TK Kemala Bhayangkari 1 Padang pulang membawa pengalaman yang mungkin akan mereka ingat sepanjang hidup: mengenal lebih dekat para penjaga keselamatan kota, sang “Pahlawan Api”.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update