Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Banjir Hantam Silokek, Puluhan Mesin PETI Hanyut di Sungai Batang Kuantan

13 May 2026 | May 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T11:24:22Z

Banjir Hantam Silokek, Puluhan Mesin PETI Hanyut di Sungai Batang Kuantan



D'On, Sijunjung - Derasnya arus Sungai Batang Kuantan di kawasan Silokek, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, menghanyutkan puluhan ponton dan mesin aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Rabu (13/5/2026) dini hari. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Sijunjung sejak Selasa malam hingga menyebabkan debit sungai meningkat drastis dan meluap ke sejumlah titik bantaran.


Informasi yang dihimpun di lapangan, sedikitnya sekitar 30 unit mesin dompeng milik penambang ilegal dilaporkan hanyut terbawa arus. Selain mesin, sejumlah ponton rakitan, drum pelampung, selang penyedot, hingga perlengkapan tambang lainnya juga tampak terseret arus sungai yang berubah ganas dalam hitungan jam.


Warga yang berada di sekitar aliran sungai hanya bisa menyaksikan satu per satu ponton dan mesin tambang hilang ditelan derasnya arus. Kondisi gelap dan arus yang sangat kuat membuat upaya penyelamatan tidak memungkinkan dilakukan.


“Air naik sangat cepat tengah malam tadi. Mesin-mesin yang biasanya terikat di pinggir sungai langsung hanyut. Tidak ada yang berani turun karena arus sangat deras,” ujar seorang warga setempat.


Sejumlah video amatir yang merekam detik-detik hanyutnya mesin PETI pun beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat ponton-ponton kayu berputar dihantam arus berlumpur, sementara suara warga terdengar panik menyaksikan peralatan tambang bernilai puluhan juta rupiah lenyap terbawa banjir.


Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya aktivitas PETI di kawasan Silokek dan sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan. Meski berstatus ilegal, praktik tambang emas tanpa izin disebut-sebut masih terus berlangsung secara terang-terangan dengan menggunakan mesin dompeng dan ponton rakitan di tengah sungai.


Aktivitas PETI di wilayah tersebut selama ini menjadi perhatian karena dinilai merusak lingkungan dan memperparah kondisi sungai. Penggunaan alat berat serta mesin penyedot menyebabkan sedimentasi, kerusakan bantaran sungai, hingga air berubah keruh terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.


Tidak sedikit warga menilai banjir yang menghanyutkan puluhan mesin PETI menjadi gambaran nyata bagaimana aktivitas tambang ilegal sangat bergantung pada kondisi sungai. Saat debit air normal, puluhan ponton memenuhi aliran Batang Kuantan untuk mencari emas. Namun ketika hujan deras datang, sungai berubah menjadi ancaman yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan seluruh aktivitas tersebut.


Selain kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, kejadian ini juga memunculkan kembali desakan masyarakat agar penertiban PETI dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Warga berharap aparat tidak hanya turun saat terjadi peristiwa besar, tetapi juga konsisten melakukan pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal yang selama ini terus beroperasi.


Hingga Rabu siang, kondisi arus Sungai Batang Kuantan dilaporkan masih deras dan berwarna keruh. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca di wilayah Sijunjung masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi.


(Mond)


#PETI #Daerah #Sijunjung

×
Berita Terbaru Update