Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jejak Dedikasi di Bumi Tuah Basamo: Dua Tahun Empat Bulan Transformasi AKBP Agung Tribawanto di Pasaman Barat

08 May 2026 | May 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T07:27:18Z




D'On, Pasaman Barat - Di sebuah wilayah yang dikenal dengan hamparan kebun sawit, garis pantai yang panjang, hingga kawasan perbukitan yang menantang, tugas seorang Kapolres bukan sekadar menjaga keamanan. Ia dituntut mampu menjadi pemimpin, penengah konflik, sekaligus sahabat bagi masyarakat. Tantangan itulah yang dihadapi Agung Tribawanto sejak pertama kali menginjakkan kaki di Mapolres Pasaman Barat pada Januari 2024.


Menggantikan kepemimpinan sebelumnya, perwira menengah Polri itu datang bukan hanya membawa tongkat komando, tetapi juga visi besar tentang bagaimana institusi kepolisian hadir lebih dekat, lebih cepat, dan lebih manusiawi di tengah masyarakat “Bumi Tuah Basamo”.


Kini, setelah dua tahun empat bulan memimpin hingga Mei 2026, jejak transformasi yang dibangunnya mulai terlihat nyata. Dari pembenahan pelayanan publik, penegakan hukum tanpa kompromi, hingga pendekatan humanis yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, nama AKBP Agung Tribawanto perlahan menjadi sosok yang dikenal luas di Pasaman Barat.


Polisi yang Tidak Ingin Berjarak dengan Rakyat


Bagi AKBP Agung, keamanan tidak bisa hanya dibangun lewat patroli dan penindakan. Ia percaya, keamanan lahir ketika masyarakat merasa didengar.


Dari pemikiran itu lahirlah program “Jumat Curhat” dan “Coffee Morning Kamtibmas”. Program yang awalnya sederhana itu kemudian berkembang menjadi ruang dialog terbuka antara polisi dan masyarakat.


Di forum itu, tidak ada sekat jabatan. Tokoh adat, niniak mamak, pemuda, petani sawit, hingga masyarakat pesisir duduk bersama menyampaikan keresahan mereka secara langsung kepada Kapolres.


Mulai dari konflik tanah ulayat, persoalan kenakalan remaja, maraknya peredaran narkoba, hingga keresahan warga terhadap aktivitas tambang ilegal dibahas secara terbuka.


Pendekatan ini membuat pola komunikasi antara polisi dan masyarakat berubah drastis. Warga yang sebelumnya enggan melapor mulai aktif menyampaikan informasi. Polisi pun dinilai lebih cepat membaca potensi konflik sosial sebelum berkembang menjadi masalah besar.


“Polisi tidak boleh hanya hadir ketika ada masalah. Polisi harus hadir sebelum masalah itu terjadi,” menjadi prinsip yang kerap disampaikan AKBP Agung dalam berbagai kesempatan.


Transformasi Digital: Polisi Harus Cepat dan Responsif


Memimpin wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang beragam membuat AKBP Agung memahami pentingnya kecepatan pelayanan.


Di bawah kepemimpinannya, Polres Pasaman Barat memperkuat sistem pelaporan digital dan call center pelayanan masyarakat melalui program “Polres Pasbar Responsif”.


Program ini memungkinkan laporan masyarakat ditindaklanjuti lebih cepat, terutama untuk kejadian darurat seperti kecelakaan lalu lintas, tindak kriminal, maupun gangguan keamanan lainnya.


Langkah tersebut menjadi bagian dari modernisasi pelayanan kepolisian di Pasaman Barat. Bukan hanya cepat, tetapi juga transparan dan mudah diakses masyarakat.


Pelayanan SIM, SKCK, hingga pengaduan masyarakat mulai dibenahi dengan sistem yang lebih terbuka. Bahkan fasilitas pelayanan publik dibuat lebih ramah bagi penyandang disabilitas.


Komitmen terhadap pelayanan bersih juga terlihat dari upaya serius membangun sistem “Zero Pungli” di lingkungan pelayanan Polres Pasaman Barat.


Ketegasan yang Membuat Pelaku Kejahatan Tidak Nyaman


Meski dikenal humanis, AKBP Agung tetap menunjukkan ketegasan dalam penegakan hukum.


Pasaman Barat selama ini dikenal sebagai salah satu jalur strategis yang rawan menjadi lintasan peredaran narkotika lintas provinsi. Di bawah komandonya, berbagai operasi besar dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.


Tidak sedikit jaringan narkoba yang berhasil diungkap oleh Satresnarkoba Polres Pasaman Barat selama dua tahun terakhir. Penindakan dilakukan tidak hanya terhadap pengguna, tetapi juga pemasok dan pengedar besar.


Selain narkoba, perhatian serius juga diarahkan pada aktivitas illegal mining dan illegal logging yang merusak lingkungan.


Kawasan Gunung Talamau yang menjadi salah satu ikon alam Sumatera Barat beberapa kali menjadi sasaran operasi penertiban terhadap aktivitas tambang emas ilegal dan pembalakan liar.


Bagi AKBP Agung, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada aspek pidana semata, tetapi juga harus melindungi masa depan lingkungan dan generasi berikutnya.


Ketegasan yang sama juga terlihat dalam penertiban lalu lintas. Melalui Operasi Patuh dan Operasi Zebra yang digelar secara konsisten, angka kecelakaan fatalitas di Pasaman Barat disebut mengalami penurunan signifikan.


Namun pendekatan yang dilakukan bukan hanya represif. Edukasi kepada pelajar, komunitas otomotif, dan pengendara muda terus diperkuat agar budaya tertib berlalu lintas tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri.


Sosok Humanis di Balik Seragam


Di luar tugas penegakan hukum, AKBP Agung juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial.


Ia beberapa kali turun langsung ke pelosok nagari membawa bantuan sosial untuk masyarakat kurang mampu. Program bedah rumah hingga pembagian paket sembako menjadi kegiatan rutin yang dilakukan bersama jajaran Polres Pasaman Barat.


Tidak hanya itu, ia juga memberi perhatian besar terhadap dunia pendidikan dan generasi muda.


Melalui program “Polisi Sahabat Anak”, AKBP Agung rutin mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan motivasi kepada pelajar.


Ia berbicara tentang bahaya narkoba, bullying, tawuran, hingga pentingnya membangun mimpi dan masa depan.


Pendekatan seperti itu membuat sosok Kapolres tidak lagi dipandang menakutkan oleh anak-anak dan remaja. Sebaliknya, ia hadir sebagai figur yang dekat dan mampu menjadi inspirasi.


Menjaga Demokrasi Tetap Damai


Salah satu ujian terbesar kepemimpinannya terjadi saat momentum Pemilu dan Pilkada berlangsung.


Di tengah dinamika politik lokal yang cukup tinggi, Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung berhasil menjaga stabilitas keamanan sehingga seluruh tahapan pesta demokrasi berjalan aman dan kondusif.


Keberhasilan itu tidak lepas dari strategi pendekatan persuasif yang dibangun kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga kelompok pemuda.


Pendekatan preventif dan komunikasi aktif menjadi kunci dalam mencegah potensi konflik politik di tingkat akar rumput.


Penghargaan yang Datang dari Kepercayaan Publik


Berbagai capaian selama dua tahun empat bulan kepemimpinannya menghadirkan banyak apresiasi bagi Polres Pasaman Barat.


Mulai dari penghargaan pelayanan publik, predikat zona integritas, hingga apresiasi dari masyarakat adat atas keberhasilannya menyelesaikan konflik tanah ulayat melalui pendekatan restorative justice.


Namun bagi AKBP Agung, penghargaan terbesar bukanlah trofi ataupun piagam.


Kepercayaan masyarakat menjadi hal paling penting yang ingin terus dijaga.


Sebab pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya soal jabatan yang diemban, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang ditinggalkan.


Dan di Pasaman Barat, nama AKBP Agung Tribawanto perlahan meninggalkan jejak itu  jejak tentang polisi yang tegas dalam penegakan hukum, namun tetap hadir dengan hati untuk masyarakatnya.


(Mond)


#Polri #PolresPasamanBarat

×
Berita Terbaru Update