Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Simpang Tigo Buaya Putih Pesisir Selatan

10 May 2026 | May 10, 2026 WIB Last Updated 2026-05-10T11:21:56Z

Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Simpang Tigo Buaya Putih Pesisir Selatan



D'On, PESISIR SELATAN — Suasana sore yang semula dipenuhi aktivitas warga di kawasan Pantai Simpang Tigo Buaya Putih, Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, berubah mencekam pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun dilaporkan hilang terseret arus deras hingga ke tengah laut saat berada di sekitar muara yang baru dibuka warga.


Korban diketahui bernama Jesra (9), warga Pasar Taratak. Hingga Minggu petang, proses pencarian masih terus dilakukan oleh warga bersama unsur terkait di tengah kondisi ombak yang cukup tinggi dan air laut keruh.


Peristiwa memilukan itu bermula ketika warga setempat membuka aliran muara yang sebelumnya tertutup pasir cukup lama. Pembukaan muara tersebut membuat arus air yang mengalir ke laut menjadi sangat deras.


Di saat bersamaan, korban diketahui berada di sekitar lokasi muara. Menurut keterangan saksi mata, Jesra sempat berenang melintasi aliran air untuk mengambil bajunya yang tertinggal di tebing sebelah muara.


Namun nahas, derasnya arus mendadak menyeret tubuh bocah tersebut ke arah laut lepas.


“Sikorban berenang hendak menjemput bajunya yang tertinggal di tebing sebelah. Tapi arusnya sangat deras setelah muara dibuka. Korban langsung terbawa arus ke laut,” ujar Roki, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.


Situasi di lokasi disebut berubah panik hanya dalam hitungan detik. Warga dan pengunjung pantai yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan. Beberapa orang sempat berupaya mengejar korban, namun derasnya arus serta tingginya gelombang membuat usaha penyelamatan sulit dilakukan.


Menurut saksi, kondisi laut saat itu mendadak berubah ekstrem. Ombak besar datang bersamaan dengan air keruh dari aliran muara sehingga jarak pandang menjadi sangat terbatas.


“Ombak tiba-tiba besar. Orang-orang kesulitan mencari karena air keruh dan arus sangat kuat. Situasi berubah cepat sekali,” kata Roki.


Tangisan keluarga korban pecah di bibir pantai ketika kabar hilangnya Jesra menyebar ke masyarakat sekitar. Warga yang berada di lokasi tampak berupaya melakukan pencarian secara manual menyisir pinggir pantai dan area muara menggunakan alat seadanya.


Beberapa nelayan setempat juga ikut turun membantu pencarian menggunakan perahu tradisional. Namun hingga menjelang malam, korban belum berhasil ditemukan.


Peristiwa ini sontak menjadi perhatian masyarakat sekitar karena lokasi muara yang baru dibuka memang dikenal memiliki arus berbahaya, terutama ketika debit air dari daratan bertemu langsung dengan ombak laut.


Warga setempat berharap tim pencarian gabungan dapat segera menemukan korban. Kondisi cuaca dan ombak tinggi disebut menjadi kendala utama dalam proses pencarian.


Kejadian tragis tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan arus dan gelombang di kawasan pantai, terutama saat pembukaan muara dilakukan.


(Baron)


#Peristiwa #BocahHanyut #Daerah #KabupatenPesisirSelatan

×
Berita Terbaru Update