Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TRAGIS! Polisi Muda Tewas di Barak Polda Kepri, Diduga Dianiaya Senior Sendiri

14 April 2026 | April 14, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T07:06:06Z

Seorang polisi muda bernama Natanael Simanungkalit tewas di barak Polda Kepri.



D'On, Kepri - Suasana duka yang menyayat bercampur ketegangan menyelimuti Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau, Selasa (14/4/2026). Di balik pintu ruang forensik yang dijaga ketat aparat, sebuah misteri kematian tragis tengah menunggu jawaban: gugurnya seorang polisi muda yang diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan internalnya sendiri.


Korban diketahui bernama Natanael Simanungkalit, Bintara Samapta angkatan 2025 berpangkat Bripda. Ia dilaporkan tewas secara mengenaskan di barak Polda Kepri pada Selasa dini hari hanya beberapa bulan setelah resmi dilantik sebagai anggota Polri.


Sejak pagi buta, keluarga dan kerabat memadati area rumah sakit. Wajah-wajah cemas, tangis tertahan, hingga amarah yang tak terucap terlihat jelas. Mereka datang membawa satu tuntutan: kebenaran.


Melalui kuasa hukumnya, keluarga korban menolak keras jika kasus ini berakhir tanpa kejelasan. Mereka mencurigai adanya upaya untuk meredam fakta.


“Kasus ini harus dibuka terang. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegas Sudirman, kuasa hukum keluarga, dengan nada geram.


Keluarga mengaku sudah berada di rumah sakit sejak pukul 05.00 WIB. Namun alih-alih mendapatkan penjelasan, mereka justru harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian.


“Katanya tim akan datang, tapi kami hanya menunggu tanpa kejelasan,” ungkapnya.


Dugaan Brutal Usai Laga Sepak Bola


Informasi yang beredar menyebutkan, insiden bermula dari pertandingan sepak bola antara anggota junior dan senior di lingkungan barak. Namun, pertandingan itu diduga berubah menjadi ajang kekerasan.


Sumber internal menyebut, kekalahan pihak senior diduga memicu emosi hingga berujung pemukulan terhadap korban.


“Senior kalah, lalu terjadi pemukulan,” ujar sumber tersebut.


Lebih mengerikan lagi, korban diduga dikeroyok oleh sekitar tujuh orang senior. Dugaan ini diperkuat dengan kondisi jenazah yang ditemukan penuh luka lebam, terutama di bagian punggung indikasi kuat adanya kekerasan fisik.


Natanael, yang merupakan warga Sagulung, Batam, diketahui baru beberapa bulan menjalani tugasnya setelah dilantik pada Desember 2025. Ia tinggal di mess dalam lingkungan Polda Kepri tempat yang seharusnya menjadi rumah kedua, bukan lokasi terakhir hidupnya.


Keluarga Tuntut Keadilan, Publik Menunggu Kejujuran


Kematian ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar tentang keamanan dan budaya di dalam institusi penegak hukum.


Keluarga korban mendesak agar kasus ini diusut tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terlibat, harus bertanggung jawab.


“Pelaku harus dihukum setimpal. Jangan sampai ada yang dilindungi,” tegas pihak keluarga.


Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kematian maupun siapa saja yang terlibat. Keheningan ini justru memperkuat spekulasi di tengah masyarakat.


Satu nyawa melayang di dalam barak. Kini, publik menanti: akankah kebenaran benar-benar diungkap, atau justru kembali tenggelam di balik seragam dan kekuasaan?


(L6)


#Penganiayaan #Kriminal #Polri #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update