![]() |
| Tangkap Tangan Tanpa Ampun! Polres Payakumbuh Ringkus Pengedar Ganja, Hampur 1 KG Barang Bukti Disita |
D'On, Payakumbuh — Aksi tegas kembali ditunjukkan jajaran Polres Payakumbuh dalam perang melawan narkotika. Tanpa kompromi, aparat berhasil menangkap tangan seorang pria berinisial GL (40) yang diduga kuat sebagai pengedar ganja, lengkap dengan barang bukti nyaris menyentuh angka 1 kilogram.
Penangkapan berlangsung cepat dan terukur pada Rabu (29/04/2026) sekitar pukul 18.50 WIB, di sebuah bengkel di kawasan Koto Tangah, Payakumbuh Barat. Lokasi yang semula tampak biasa, ternyata menjadi titik peredaran barang haram.
Saat digrebek, petugas langsung menemukan tiga paket ganja seberat 22,61 gram yang disembunyikan di kantong celana pelaku. Namun, itu baru permulaan.
Pengembangan dilakukan tanpa jeda. Tim bergerak ke rumah tersangka dan di sanalah fakta yang lebih mencengangkan terungkap. Aparat menemukan tambahan ganja seberat 100 gram yang disembunyikan di bawah lemari, serta satu paket besar seberat 860 gram yang dibungkus rapi menggunakan lakban dan plastik.
Total barang bukti yang diamankan mencapai 982,61 gram ganja, jumlah yang jelas mengindikasikan aktivitas peredaran, bukan sekadar konsumsi pribadi.
Kapolres Payakumbuh, Ricky Ricardo, melalui Kasat Resnarkoba Gusmanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan narkotika.
“Ini bukti nyata bahwa kami serius dan konsisten. Tidak ada toleransi bagi pengedar narkoba di wilayah hukum Payakumbuh,” tegas AKP Gusmanto dalam pernyataan resminya, Kamis (30/04/2026).
Ia juga menekankan bahwa jumlah barang bukti yang besar menjadi indikator kuat bahwa tersangka adalah bagian dari jaringan peredaran.
“Ini bukan pengguna. Ini pemain. Dan kami akan telusuri hingga ke akar jaringannya,” lanjutnya dengan nada tegas.
Polisi kini terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat, sekaligus memperketat pengawasan di titik-titik rawan peredaran narkoba.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak tinggal diam. Peran aktif warga dinilai menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran narkotika.
“Laporkan jika ada aktivitas mencurigakan. Ini bukan hanya tugas polisi, ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Pesan jelas disampaikan: Payakumbuh bukan tempat aman bagi pengedar narkoba.
(Mond)
#GanjaKering #Hukum #Kriminal
