Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SPAM Taban 3 Jadi Andalan Baru Air Bersih Padang, Bukti Respons Cepat Pemko Pasca Bencana

27 April 2026 | April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T12:28:57Z

SPAM Taban 3 Jadi Andalan Baru Air Bersih Padang, Bukti Respons Cepat Pemko Pasca Bencana



D'On, PADANG — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat ketahanan infrastruktur dasar pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada November 2025 lalu. Salah satu langkah konkret yang kini menjadi sorotan adalah pembangunan Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban 3 dengan kapasitas 200 liter per detik.


Proyek strategis ini digadang-gadang menjadi solusi jangka menengah hingga panjang dalam menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang, khususnya di wilayah yang sempat mengalami penurunan kualitas dan gangguan distribusi air pascabencana.


Kegiatan terkait percepatan pembangunan SPAM Taban 3 tersebut berlangsung pada Senin (27/4/2026), sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melakukan recovery yang terukur dan berkelanjutan.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa pembangunan SPAM Taban 3 bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan bagian dari strategi besar penguatan layanan dasar masyarakat.


“Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 memberi pelajaran penting bagi kita semua. Tidak hanya soal mitigasi, tetapi juga kecepatan dan ketepatan dalam pemulihan. SPAM Taban 3 adalah jawaban konkret atas kebutuhan itu,” ujar Fadly Amran.


Ia menambahkan, proyek ini dirancang dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan penduduk serta potensi risiko gangguan distribusi air di masa depan. Dengan kapasitas 200 liter per detik, SPAM Taban 3 diharapkan mampu meningkatkan cakupan layanan air bersih secara signifikan.


“Ini bukan hanya tentang hari ini, tapi bagaimana kita memastikan masyarakat Padang memiliki akses air bersih yang aman dan berkelanjutan ke depan. Infrastruktur ini harus tangguh terhadap perubahan iklim dan potensi bencana,” lanjutnya.


Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kepala Sub Bagian Humas, Adhie Zein, menyampaikan bahwa SPAM Taban 3 menjadi bagian penting dari roadmap penguatan sistem distribusi air di Kota Padang.


Menurut Adhie, pascabencana, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan distribusi dan sumber air baku. Hasilnya menunjukkan perlunya tambahan kapasitas produksi yang tidak hanya besar, tetapi juga stabil dan adaptif terhadap kondisi darurat.


“SPAM Taban 3 ini dirancang bukan hanya untuk menambah kapasitas, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan. Kami ingin memastikan air yang sampai ke masyarakat tetap memenuhi standar, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” jelasnya kepada media dirgantaraonline.


Ia juga menekankan bahwa proyek ini akan memperkuat sistem distribusi di beberapa kawasan yang sebelumnya terdampak cukup serius akibat bencana, termasuk wilayah dengan tekanan air rendah dan gangguan jaringan.


“Ke depan, kami ingin meminimalisir potensi gangguan layanan. Dengan sistem yang lebih modern dan kapasitas yang memadai, distribusi air akan lebih merata dan stabil,” tambah Adhie.


Lebih jauh, pembangunan SPAM Taban 3 juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan BUMD dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan manajemen layanan dan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.


Dengan progres yang terus berjalan, proyek ini diharapkan segera memberikan dampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Kota Padang sebagai daerah yang responsif dan adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi.


Langkah ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga strategis membangun kembali dengan sistem yang lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih berkelanjutan.


(Mond)


#PerumdaAirMinum #Padang

×
Berita Terbaru Update