-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Skandal Solar Subsidi di Riau Terbongkar: Mafia BBM Raup Untung dari Hak Rakyat, Polisi Sita Lebih 10 Ribu Liter

06 April 2026 | April 06, 2026 WIB Last Updated 2026-04-06T07:14:21Z

Polda Riau membongkar kasus perdagangan ilegal solar subsidi di Pelalawan dan Inhil, Minggu (5/4/2026). (Foto: Tim Humas Polda Riau).



D'On, Riau — Praktik kotor penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali terkuak. Kali ini, Polda Riau membongkar jaringan perdagangan ilegal Bio Solar yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil). Lebih dari 10.000 liter BBM subsidi berhasil diamankan dari tangan para pelaku yang diduga telah lama meraup keuntungan dari hak masyarakat kecil.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Ade Kuncoro, menegaskan pengungkapan ini bukan sekadar penindakan biasa, melainkan bentuk perlawanan terhadap praktik culas yang merugikan negara dan rakyat.


“BBM subsidi itu hak masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk diperdagangkan demi keuntungan pribadi. Ini kejahatan serius,” tegasnya.


Gudang Tersembunyi di Bengkel, Ribuan Liter Disulap Jadi Ladang Uang


Kasus pertama terbongkar di sebuah bengkel di Jalan Lingkar, Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Tempat yang seharusnya menjadi lokasi perbaikan kendaraan, justru dijadikan markas penimbunan BBM ilegal.


Dari lokasi tersebut, polisi menemukan sekitar:


  • 5.000 liter Bio Solar
  • Disimpan dalam 21 jerigen kapasitas 33 liter
  • Ditambah sejumlah baby tank berukuran 1.000 liter


Satu tersangka berinisial ANM ditetapkan sebagai aktor utama. Ia diduga menjadi otak pengumpul sekaligus distributor BBM ilegal.


Modusnya terbilang rapi:


  • Membeli solar dari pelangsir di SPBU
  • Mengumpulkan di bengkel
  • Menjual kembali dengan harga lebih tinggi


Main Kucing-Kucingan dengan Sistem, Pakai Pelat Nomor Ganda


Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau, Teddy Ardian, mengungkap praktik ini sudah berjalan sekitar dua bulan dan dilakukan secara terorganisir.


Pelaku bahkan menggunakan trik licik:


  • Mengganti-ganti pelat nomor kendaraan
  • Mengakali sistem barcode SPBU
  • Menyasar wilayah pedalaman yang sulit akses BBM resmi


Keuntungan memang tampak kecil per jerigen, namun dalam skala besar, nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.


Solar Nelayan Diselewengkan, Dijual Lewat Jalur Laut


Pengungkapan kedua terjadi di wilayah perairan Inhil. Polisi menemukan kapal kayu KM Surya yang mengangkut BBM tanpa dokumen resmi.


Hasilnya:

  • 21 drum Bio Solar (~5.000 liter) di dalam kapal
  • Tambahan BBM di ponton lain
  • Total keseluruhan lebih dari 10.000 liter


Ironisnya, BBM tersebut berasal dari SPBU khusus nelayan di Concong yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan melaut, justru dijadikan komoditas ilegal.


Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka:

  • Pemilik kapal
  • Nakhoda
  • Anak Buah Kapal (ABK)


Alarm Keras: Mafia BBM Masih Hidup dan Terorganisir


Kasus ini menjadi bukti bahwa praktik mafia BBM subsidi masih mengakar dan memanfaatkan celah distribusi, baik di darat maupun laut.


Polda Riau menegaskan akan terus memburu pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini.


“Kami tidak akan berhenti. Ini soal keadilan energi bagi masyarakat,” tegas pihak kepolisian.


Fakta pahitnya: saat masyarakat kecil antre BBM subsidi, ada pihak yang diam-diam menjadikannya ladang bisnis ilegal. Skandal ini bukan sekadar pelanggaran hukum ini adalah pengkhianatan terhadap hak rakyat.


(L6)


#Hukum #BBMIlegal #Riau #Daerah

×
Berita Terbaru Update