
Perumda Air Minum Padang Lakukan Flushing Instalasi, Distribusi Air Sementara Disesuaikan
D'On, PADANG — Upaya peningkatan kualitas layanan air bersih terus dilakukan oleh Perumda Air Minum Kota Padang. Pada Kamis (16/4/2026), perusahaan daerah tersebut melaksanakan kegiatan flushing atau pembersihan menyeluruh pada salah satu unit pengolahan air, tepatnya Accelator 2, guna mengoptimalkan hasil produksi air minum bagi masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kondisi air baku yang masih keruh dengan tingkat kekeruhan (NTU) yang relatif tinggi. Dalam kondisi tersebut, akumulasi sedimen dan kotoran di dalam sistem pengolahan, seperti tube settler, mixer, dan perangkat pendukung lainnya, perlu dibersihkan secara berkala agar tidak mengganggu proses produksi dan kualitas air yang dihasilkan.
Proses flushing dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 2,5 jam. Selama kegiatan berlangsung, operasional sistem mengalami penyesuaian. Pompa air baku hanya dioperasikan satu unit, sementara bukaan valve utama DN 600 dikurangi hingga 40 persen. Kebijakan ini diambil sebagai langkah teknis untuk menjaga stabilitas sistem sekaligus memastikan proses pembersihan berjalan optimal.
Dampaknya, distribusi air kepada pelanggan berpotensi mengalami penurunan tekanan bahkan gangguan sementara di beberapa wilayah layanan. Namun, pihak Perumda memastikan bahwa langkah ini bersifat sementara dan justru menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas air.
Direktur Utama Hendra Pebrizal menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan air yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Flushing ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan setiap tetes air yang sampai ke pelanggan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Dalam kondisi air baku yang keruh, kami tidak bisa mengambil risiko. Sistem harus dibersihkan agar proses pengolahan tetap optimal,” ujar Hendra.
Ia juga menambahkan bahwa transparansi kepada masyarakat menjadi hal yang penting dalam setiap kebijakan operasional. Menurutnya, gangguan sementara yang terjadi justru merupakan investasi untuk pelayanan yang lebih stabil ke depan.
“Kami memahami bahwa penurunan tekanan atau gangguan aliran bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Namun ini adalah langkah strategis. Lebih baik kita lakukan perawatan sekarang daripada membiarkan kualitas air menurun tanpa kendali. Kami ingin pelanggan tidak hanya mendapatkan air, tetapi air yang layak dan aman,” tegasnya lugas.
Lebih jauh, Hendra menilai bahwa tantangan utama dalam pengelolaan air baku saat ini adalah faktor lingkungan yang dinamis, termasuk curah hujan tinggi yang mempengaruhi tingkat kekeruhan sumber air. Oleh karena itu, diperlukan respons cepat dan terukur dari sisi teknis.
“Kami terus beradaptasi dengan kondisi alam. Ketika kualitas air baku berubah, maka strategi pengolahan juga harus disesuaikan. Ini bukan sekadar operasional, tetapi soal menjaga kepercayaan publik,” tambahnya.
Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau masyarakat untuk menampung air secukupnya sebelum jadwal pengerjaan serta menggunakan air secara bijak selama proses berlangsung. Setelah flushing selesai, distribusi air dipastikan akan kembali normal secara bertahap.
Langkah ini menjadi bukti bahwa di balik layanan air bersih yang sering dianggap sederhana, terdapat proses teknis kompleks dan komitmen tinggi untuk menjaga kualitas serta keberlanjutan layanan bagi seluruh warga Kota Padang.
(Mond)
#PerumdaAirMinum #Padang