
“Pagar Makan Tanaman” di Pesisir Selatan Dibongkar: Tiga Karyawan Grosir Jadi Otak Pencurian Berulang
D'On, Pesisir Selatan – Skandal pengkhianatan kepercayaan kembali mencoreng dunia usaha kecil. Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pesisir Selatan berhasil membongkar praktik pencurian berencana yang dilakukan oleh orang dalam sendiri—tiga karyawan Kedai Grosir Lestari Sago, Kecamatan IV Jurai.
Tak tanggung-tanggung, para pelaku berinisial DR (31), SF (34), dan seorang perempuan DR (39) diduga telah menjalankan aksi licik ini selama berbulan-bulan. Mereka diringkus pada Rabu malam (8/4) sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Sago, hanya beberapa jam setelah aksi terakhir mereka terendus pemilik toko.
Kasus ini bukan sekadar pencurian biasa. Ini adalah bentuk nyata “pagar makan tanaman” di mana kepercayaan yang diberikan justru dijadikan celah untuk menggerogoti usaha dari dalam. Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, ketiganya memiliki peran terstruktur: mulai dari mengambil barang dari rak, menyembunyikannya di sudut toko, hingga menyelundupkannya keluar saat situasi lengah menjelang tutup toko.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 12 slof atau 120 bungkus rokok berbagai merek, serta sejumlah produk lain seperti susu instan. Namun, angka itu diyakini hanya sebagian kecil dari total kerugian yang telah dialami korban selama aksi ini berlangsung.
Yang lebih mengejutkan, dalam pemeriksaan, para pelaku mengakui bahwa aksi ini bukan yang pertama. Mereka telah berulang kali melakukan pencurian sejak Desember 2025 dengan modus yang sama memanfaatkan kepercayaan penuh dari pemilik usaha.
Aksi terorganisir ini menjadi tamparan keras bagi pelaku usaha, khususnya sektor ritel, yang selama ini mengandalkan loyalitas karyawan sebagai fondasi operasional. Fakta bahwa pelaku adalah orang dalam memperlihatkan betapa rentannya sistem pengawasan jika tidak diperkuat.
Kini, ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian menegaskan, tidak akan ada toleransi bagi pelaku kejahatan yang menyalahgunakan kepercayaan, terlebih dilakukan secara sistematis dan berulang.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan tegas: kejahatan tidak selalu datang dari luar kadang justru bersembunyi di balik wajah yang paling dipercaya.
(Mond)
#Pencurian #Kriminal