D'On, Papua Tengah — Setelah buron selama lebih dari satu dekade, satu nama yang lama menghantui aparat keamanan akhirnya tumbang. Pulan Wonda alias Kamenak, anggota aktif Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XII Lanny Jaya, ditangkap dalam operasi senyap namun tegas oleh Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026, Kamis (2/4/2026).
Penangkapan berlangsung di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis pergerakan kelompok bersenjata. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa aparat telah lama memburu pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di Papua Tengah.
“Pelaku merupakan bagian dari jaringan KKB yang aktif dan memiliki rekam jejak panjang dalam aksi teror bersenjata,” tegas Yusuf.
Aksi Kejar-kejaran Berujung Tindakan Tegas
Upaya penangkapan tidak berjalan mulus. Saat hendak diamankan di wilayah Kota Mulia, pelaku justru nekat melarikan diri dengan menabrak kendaraan petugas. Aparat telah memberikan tembakan peringatan, namun diabaikan.
Situasi pun memaksa petugas mengambil tindakan tegas dan terukur. Pelaku dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki kanan sebelum akhirnya berhasil diamankan.
Dari tangan pelaku, aparat menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor, tiga telepon genggam, serta barang pribadi lainnya yang kini tengah didalami untuk mengungkap jaringan lebih luas.
Jejak Panjang Kekerasan: Dari 2010 hingga Penembakan Rombongan Kapolda
Nama Pulan Wonda bukanlah pemain baru. Ia diduga terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan sejak 2010, termasuk penyerangan terhadap aparat keamanan dan warga sipil di wilayah Puncak Jaya dan Lanny Jaya.
Puncaknya terjadi pada 2012, saat rombongan Kapolda Papua yang saat itu dijabat oleh Tito Karnavian menjadi sasaran penembakan brutal. Insiden tersebut menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah keamanan Papua.
Aksi-aksi kelompok ini telah menyebabkan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil hingga aparat TNI-Polri.
Negara Hadir: Tegas, Terukur, dan Humanis
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat.
“Penegakan hukum ini dilakukan secara profesional dan terukur demi menjaga stabilitas keamanan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pendekatan humanis tetap dijalankan. Meski dilumpuhkan, pelaku langsung mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, Pulan Wonda masih menjalani perawatan di bawah pengawasan ketat aparat, sebelum nantinya diproses hukum lebih lanjut.
Operasi Belum Usai
Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa penangkapan ini bukan akhir. Aparat kini tengah memburu kemungkinan keterlibatan jaringan lain yang masih aktif dan berpotensi mengancam stabilitas keamanan di Papua Tengah.
Perburuan panjang akhirnya membuahkan hasil. Namun di balik itu, pesan tegas disampaikan: negara tidak akan diam terhadap aksi kekerasan bersenjata yang merenggut nyawa dan meresahkan masyarakat.
(B1)
#KKB #Penembakan #Peristiwa
