-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TNI Tak Mau Namanya Terseret, Siap Gandeng Polri Bongkar Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS

18 March 2026 | March 18, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T20:47:56Z

Dimas Bagus Arya menambahkan bahwa serangan penyiraman air keras itu mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh Andrie Yunus, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Tampak dalam foto, sebuah poster bergambar bunga terlihat saat demonstrasi mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)



D'On, Jakarta — Tekanan publik yang kian memuncak akhirnya memaksa Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkat suara lebih keras. Institusi militer itu membuka peluang bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.


Kapuspen TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam ketika nama institusinya ikut diseret dalam pusaran isu yang terus liar di ruang publik.


“Semua kemungkinan terbuka, termasuk kerja sama dengan Polri. Tapi TNI juga punya mekanisme hukum sendiri,” tegas Aulia, Selasa (17/3/2026).


Isu Makin Liar, TNI Dipaksa Bertindak


Kasus ini tak lagi sekadar kriminal biasa. Serangan terhadap aktivis HAM itu berubah menjadi sorotan nasional, terlebih setelah muncul dugaan yang mengaitkan aparat dengan insiden tersebut.


Di tengah derasnya spekulasi, TNI memilih jalur defensif sekaligus ofensif: melakukan penyelidikan internal sambil membuka pintu kolaborasi lintas institusi.


Aulia mengakui, langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Opini publik yang terus berkembang dinilai berpotensi merusak kepercayaan terhadap institusi jika tidak segera dijawab dengan tindakan nyata.


“TNI tidak ingin opini yang tidak jelas menjadi kebenaran yang dipercaya masyarakat,” ujarnya.


Transparansi Diuji, Publik Menuntut Lebih


Meski menjanjikan proses yang transparan dan profesional, TNI belum mengungkap sejauh mana penyelidikan berjalan. Pernyataan “masih dalam proses” justru memicu tanda tanya baru di tengah publik yang menuntut kejelasan.


Kasus ini kini menjadi ujian besar, bukan hanya bagi TNI, tetapi juga Kepolisian Negara Republik Indonesia. Publik menunggu apakah aparat berani membuka semua fakta termasuk jika dugaan mengarah pada oknum internal.


Satu hal yang pasti, sorotan tak akan mereda. Jika penanganan kasus ini mandek atau setengah hati, bukan hanya pelaku yang dipertanyakan tetapi juga komitmen negara dalam melindungi warganya.


Kini pertanyaannya sederhana namun tajam: siapa pelaku sebenarnya, dan siapa yang berani mengungkapnya tanpa tedeng aling-aling?


(L6)


#TNI #Polri #Peristiwa #KontraS

×
Berita Terbaru Update