-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mudik Jangan Nekat! Jalur Malalak Masih “Mengintai”, Pemprov Sumbar Tegas: Bukan Rute Utama

17 March 2026 | March 17, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T13:06:32Z

Jajaran Dinas BMCKTR Sumbar ketika membeberkan kondisi jalur Malalak yang masih rawan longsor kepada awak media. (pemprov sumbar)



D'On, Sumatera Barat - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) melontarkan peringatan keras kepada para pemudik: jangan coba-coba menjadikan jalur Malalak sebagai rute utama. Meski secara teknis sudah bisa dilalui kendaraan, jalur ini dinilai masih menyimpan ancaman serius, terutama longsor yang bisa terjadi kapan saja.


Lonjakan arus kendaraan jelang Lebaran membuat faktor keselamatan tak bisa ditawar. BMCKTR menegaskan, jalan yang “bisa dilewati” belum tentu aman untuk dilintasi, apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem yang belakangan melanda Sumatera Barat.


Pejabat teknis BMCKTR Sumbar, Tommy Prima Putra, secara tegas menyebut jalur Malalak sebagai kawasan dengan risiko tinggi. Struktur geografis berupa lereng curam menjadikannya rawan pergerakan tanah. Hujan deras yang datang tiba-tiba hanya memperbesar peluang bencana.

 

“Jalur Malalak memang terbuka, tapi bukan berarti aman. Risiko longsor masih sangat tinggi dan bisa terjadi sewaktu-waktu,” tegas Tommy dalam jumpa pers di Padang, Senin (16/3).


Sebagai alternatif, pemerintah mendorong pemudik untuk menggunakan jalur Lembah Anai. Meski masih dalam tahap perbaikan di sejumlah titik, jalur ini dinilai lebih siap dari sisi pengawasan, respons darurat, dan dukungan teknis.


Tak hanya Malalak, wilayah seperti Pasaman dan Pasaman Barat juga masuk daftar zona waspada. Pemerintah mengakui masih banyak titik rawan longsor dan kerusakan jalan yang berpotensi mengganggu perjalanan mudik.


Untuk mengantisipasi skenario terburuk, alat berat telah disiagakan di sejumlah titik krusial seperti Payakumbuh dan Tanah Datar. Langkah ini dilakukan agar penanganan bisa dilakukan cepat jika terjadi longsor atau hambatan di jalur utama.


Koordinasi lintas instansi juga diperketat. BMCKTR bekerja sama dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Dinas PU, serta pemerintah daerah untuk memantau kondisi jalan secara real-time.


Pemerintah pun mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap nekat. Memaksakan diri lewat jalur berisiko tinggi hanya akan membahayakan nyawa sendiri dan orang lain. Pemudik diminta aktif memantau informasi resmi dan bersabar selama perjalanan.


Pesannya jelas: pilih jalur aman, bukan jalur nekat.
Karena dalam mudik, yang terpenting bukan cepat sampai tapi selamat sampai tujuan.


(Mond)


#Mudik #Infrastruktur 

×
Berita Terbaru Update