-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

IRGC Bersumpah Habisi Netanyahu, Rudal Iran Mengguncang Tel Aviv

15 March 2026 | March 15, 2026 WIB Last Updated 2026-03-15T15:55:31Z

Ilustrasi anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). (AP Photo/Sepahnews)



D'On, Iran - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) secara terbuka mengeluarkan ancaman keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.


Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui Sepah News pada Minggu (15/3/2026), IRGC bersumpah akan terus memburu Netanyahu sebagai balasan atas perang yang berkecamuk di kawasan.


“Selama penjahat pembunuh anak itu masih hidup, kami akan terus mengejarnya dan menghancurkannya dengan seluruh kekuatan kami,” tulis IRGC dalam pernyataan yang bernada sangat keras.


Rudal Iran Hantam Langit Tel Aviv


Di saat ancaman itu disampaikan, militer Israel mengonfirmasi bahwa Iran kembali meluncurkan rentetan rudal ke wilayah Israel. Sirene peringatan udara meraung di berbagai penjuru Tel Aviv, memaksa warga berlarian mencari perlindungan.


Beberapa ledakan keras dilaporkan terdengar di langit kota tersebut, memicu kepanikan massal di tengah warga sipil. Serangan rudal ini mempertegas bahwa konflik yang sebelumnya hanya memanas di perbatasan kini berpotensi berubah menjadi konfrontasi langsung antara Iran dan Israel.


Hizbullah Bentrok dengan Pasukan Israel


Situasi di perbatasan Lebanon juga semakin membara. Kelompok Hezbollah mengklaim terlibat pertempuran langsung dengan pasukan darat Israel di kota Khiam pada Sabtu malam (14/3/2026).


Pertempuran berlangsung sengit dengan penggunaan senjata ringan, senjata menengah hingga roket berpeluncur, menandai eskalasi konflik yang kian brutal di kawasan perbatasan.


Lebanon Siapkan Jalur Diplomasi


Di tengah dentuman senjata, pemerintah Lebanon dilaporkan mencoba membuka jalur diplomasi untuk menghentikan perang yang terus meluas.


Seorang pejabat pemerintah Lebanon mengungkapkan bahwa negaranya tengah mempersiapkan pembentukan delegasi negosiasi dengan Israel. Beberapa lokasi yang dipertimbangkan untuk perundingan adalah Paris dan Cyprus, meski jadwal resmi belum ditentukan.


Ratusan Orang Tewas


Menteri Luar Negeri Turkey, Hakan Fidan, turut menyuarakan kekhawatiran serius atas eskalasi konflik tersebut. Ia menilai operasi militer Israel di Lebanon berpotensi memicu tragedi kemanusiaan baru dengan dalih memerangi Hizbullah.


Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat korban tewas telah mencapai 826 orang, termasuk 65 perempuan dan 106 anak-anak, sementara 2.009 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berlangsung.


Hingga berita ini diturunkan, Israel belum memberikan sinyal kesediaan untuk menempuh jalur perundingan. Operasi militer di wilayah perbatasan justru terus diperluas, memperbesar risiko perang regional yang lebih besar di Timur Tengah.


(B1)


#Internasional #Iran

×
Berita Terbaru Update