-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iran Kunci Pintu Diplomasi, Siap Hadapi Perang Panjang Lawan AS-Israel

02 March 2026 | March 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T11:41:32Z

Iran Serang Pangkalan Militer Milik Amerika Serikat 



D'On, Iran - Ketegangan di Timur Tengah meledak ke level paling berbahaya dalam satu dekade terakhir. Iran secara terbuka menutup seluruh peluang dialog dengan Amerika Serikat, mempertegas bahwa konflik dengan Washington dan Tel Aviv bukan lagi sekadar perang bayangan—melainkan konfrontasi terbuka yang berpotensi berlangsung panjang.


Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan Teheran tidak akan membuka jalur negosiasi dengan AS di tengah gelombang serangan udara dan rudal yang dilancarkan sejak 28 Februari 2026. Ia membantah keras klaim media Barat soal upaya mediasi melalui Oman, dan menuding Presiden AS Donald Trump sengaja “menyalakan api perang” demi kepentingan politik yang disebutnya sebagai agenda “Israel First”.


Serangan Mematikan, Korban Sipil Berguguran


Operasi militer gabungan Israel bertajuk Operation Lion’s Roar dan serangan AS yang disebut Epic Fury diklaim menghantam target-target strategis Iran. Namun di balik klaim militer itu, gelombang korban sipil memicu kemarahan internasional.


Data terbaru menyebut lebih dari 201 orang tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Serangan paling memicu kecaman terjadi di sebuah sekolah dasar putri di Minab, Provinsi Hormozgan, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 148 orang.


Tim penyelamat dan warga sipil terlihat menggali reruntuhan bangunan dengan tangan kosong demi mencari korban selamat. Dunia internasional kini menyoroti potensi pelanggaran hukum humaniter dalam serangan tersebut.


Balasan Iran: Selat Hormuz Ditutup, Kapal Induk AS Jadi Target


Iran tak tinggal diam. Teheran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui hampir seperlima pasokan minyak dunia. Langkah ini langsung mengguncang pasar energi global dan memicu lonjakan harga minyak mentah.


Tak hanya itu, militer Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal ke kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, dalam sebuah aksi yang menandai eskalasi paling berani terhadap kekuatan militer Amerika di kawasan.


Jika serangan tersebut terkonfirmasi efektif, ini akan menjadi preseden serius dalam konfrontasi langsung Iran-AS.


Bukan Soal Nuklir, Ini Soal Rezim


Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai serangan ini melampaui isu program nuklir. Ia menyebut ada indikasi kuat bahwa operasi militer tersebut mengarah pada upaya sistematis menggulingkan pemerintahan di Teheran.


“Ini berpotensi menjadi konflik berkepanjangan. Iran memiliki jaringan militer dan politik yang luas di kawasan dari Teluk hingga Laut Mediterania,” ujarnya.


Kini, kepemimpinan sementara Iran berada di tangan Dewan transisi yang dipimpin Ayatollah Alireza Arafi. Keputusan yang diambil dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah konflik ini berubah menjadi perang regional terbuka atau tetap menjadi perang terbatas dengan konsekuensi global.


Satu hal yang pasti: Timur Tengah kembali berada di ambang kobaran api besar, dan dunia bersiap menghadapi dampak geopolitik serta ekonomi yang tak terhindarkan.


(MI)


#Internasional #Iran

×
Berita Terbaru Update