
Sebuah kapal tanker pengangkut minyak bumi hancur dihantam drone di Selat Hormuz karena mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
D'On, Iran - Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Sebuah kapal tanker pengangkut minyak bumi dilaporkan hancur dihantam drone kamikaze milik Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di perairan strategis Selat Hormuz, Sabtu (7/3/2026) pagi.
Serangan itu terjadi setelah kapal tanker bernama Prima disebut mengabaikan berulang kali peringatan militer Iran untuk tidak melintas di jalur tersebut yang sedang dalam kondisi darurat militer.
Begitu drone menghantam badan kapal, ledakan besar langsung melahap tanker, memicu kobaran api raksasa yang melumat sebagian besar struktur kapal. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, terlihat dari kejauhan di perairan teluk.
Kantor Humas IRGC menyatakan serangan dilakukan sebagai tindakan penegakan keamanan setelah kapal tersebut tidak mematuhi peringatan dari Angkatan Laut IRGC.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa Selat Hormuz telah berada di bawah kendali penuh IRGC selama delapan hari terakhir. Langkah ini diambil setelah meningkatnya konflik militer di kawasan, termasuk serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Situasi makin memanas setelah Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut Iran sebagai aksi teror gabungan di Teheran pada 28 Februari 2026.
Sejak insiden tersebut, Iran memperketat pengawasan di Selat Hormuz. Kapal tanker minyak maupun kapal komersial yang dianggap berafiliasi dengan negara yang memusuhi Iran tidak diizinkan melintas di jalur vital tersebut.
Meski demikian, sebelumnya Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohamad Boroujerdi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup sepenuhnya bagi pelayaran internasional.
“Selat Hormuz tetap dibuka. Kami hanya memberlakukan protokol lalu lintas khusus saat situasi perang,” ujar Boroujerdi di Jakarta, Kamis (5/3).
Ia menegaskan bahwa kapal yang mematuhi protokol keamanan Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur energi paling vital di dunia, tempat sekitar seperlima pasokan minyak global melintas setiap harinya. Insiden serangan drone terhadap kapal tanker ini pun memicu kekhawatiran baru akan ancaman eskalasi konflik dan gangguan besar pada perdagangan energi dunia.
(B1)
#Internasional #Iran #SelatHormuz