
Ditemukan Tepat di Hari Ulang Tahun, Remaja yang Hanyut di Batang Sikabau Akhirnya Ditemukan Setelah Dua Bulan Pencarian
D'On, PASAMAN BARAT — Duka panjang yang menyelimuti keluarga Rama (13) akhirnya menemukan titik akhir. Remaja yang dilaporkan hanyut di aliran Batang Sikabau, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, pada 3 Januari 2026 lalu, ditemukan pada Sabtu (28/2/2026), tepat bertepatan dengan hari kelahirannya.
Kabar penemuan itu menyebar cepat di tengah masyarakat. Warga Banjar Bahal menemukan jasad korban di tepian aliran Batang Sikabau, kawasan Bukit Intan, yang berada di sekitar area PT BPP. Lokasi penemuan berjarak cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan hanyut, menandakan derasnya arus sungai yang selama ini menjadi tantangan utama tim pencari.
Ditemukan di Hari yang Sarat Makna
Tanggal 28 Februari 2026 bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 Hijriah hari yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi Rama dan keluarganya. Namun takdir berkata lain. Justru di hari ulang tahunnya, kepastian itu datang.
Sejak pagi, warga yang tengah beraktivitas di sekitar bantaran sungai mencurigai adanya sesuatu yang tersangkut di tepian aliran. Setelah didekati, mereka menyadari bahwa itu adalah jasad manusia. Aparat nagari bersama warga kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang.
Proses identifikasi dilakukan dengan melibatkan keluarga. Ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan menguatkan dugaan bahwa jasad tersebut adalah Rama, remaja yang hilang hampir dua bulan lalu. Tangis keluarga pun pecah saat kepastian itu disampaikan.
Dua Bulan Pencarian Tanpa Henti
Sejak dinyatakan hanyut pada awal Januari, upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan, termasuk unsur BPBD, aparat kepolisian, relawan, serta masyarakat setempat. Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai, baik melalui jalur darat maupun menggunakan perahu karet.
Namun derasnya arus Batang Sikabau, ditambah kondisi cuaca yang kerap berubah, membuat proses pencarian tidak mudah. Beberapa kali operasi dihentikan sementara karena faktor keselamatan tim. Meski demikian, keluarga dan warga tak pernah benar-benar berhenti berharap.
Doa-doa terus dipanjatkan. Setiap kabar dari sungai selalu menjadi perhatian. Hingga akhirnya, penantian panjang itu berujung pada sebuah kepastian yang menyisakan duka mendalam.
Duka yang Menyatukan Warga
Kehilangan Rama bukan hanya dirasakan keluarga inti, tetapi juga masyarakat sekitar. Selama proses pencarian, solidaritas warga begitu terasa. Mereka bergantian membantu penyisiran, menyediakan konsumsi bagi relawan, hingga mendampingi keluarga dalam masa-masa sulit.
Kini, setelah jasad ditemukan, keluarga bersiap untuk memakamkan almarhum pada Ahad, 1 Maret 2026. Suasana haru menyelimuti rumah duka. Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai pihak.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” ucap salah seorang tokoh masyarakat setempat. “Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga diberi ketabahan.”
Pengingat Akan Bahaya Sungai
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terlebih pada musim dengan curah hujan tinggi yang dapat meningkatkan debit dan kecepatan arus.
Batang Sikabau dikenal memiliki arus yang cukup kuat, terutama di beberapa titik yang dalam dan berkelok. Tanpa pengawasan dan kewaspadaan, risiko kecelakaan dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kini, setelah dua bulan pencarian penuh harap dan doa, Rama telah “pulang” dalam arti yang sesungguhnya. Meski bukan kabar yang diinginkan, setidaknya keluarga telah mendapatkan kepastian. Di hari ulang tahunnya, ia ditemukan sebuah momen yang akan selalu dikenang dengan haru dan doa.
(Mond)
#Peristiwa #BocahHanyut #Daerah #KabupatenPasamanBarat