D'On, Padang - Di tengah heningnya dini hari, ketika lantunan azan Subuh mulai menggema dari surau-surau dan masjid di penjuru Sumatera Barat, suasana jalanan perlahan berubah. Lampu-lampu kendaraan menyala temaram, pedagang mulai menata dagangan, dan sebagian warga bergegas pulang setelah santap sahur. Namun di sela-sela kesunyian itu, ada pemandangan berbeda yang hadir sepanjang Ramadan tahun ini.
Sejumlah personel berseragam cokelat lengkap dengan rompi reflektif tampak menyusuri jalan-jalan utama Kota Padang. Mereka bukan sekadar berpatroli menjaga lalu lintas. Di tangan mereka, terselip paket-paket makanan sahur yang siap dibagikan. Inilah “Patroli Mashur” akronim dari Patroli Makan Sahur inovasi kemanusiaan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat yang memadukan ketertiban dan kepedulian dalam satu gerakan.
Menjaga Ramadan dari Dua Sisi
Bulan suci tak jarang diwarnai dinamika sosial yang meningkat, terutama pada jam-jam rawan menjelang sahur. Aksi balap liar, konvoi berlebihan, hingga potensi tawuran remaja menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat.
Menurut Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, “Patroli Mashur” dirancang sebagai langkah preventif yang terukur. Daerah-daerah yang telah dipetakan sebagai titik rawan menjadi fokus utama patroli. Setiap tim terdiri dari lima personel yang bergerak secara sistematis, memastikan kehadiran polisi terasa nyata di tengah masyarakat.
“Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk penindakan, tetapi untuk pencegahan. Kami ingin Ramadan berjalan aman dan khusyuk,” ujarnya.
Strategi ini membuahkan hasil awal yang menggembirakan. Di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman salah satu ruas jalan utama di Padang patroli malam melaporkan nihil insiden balap liar maupun tawuran pada waktu rawan sahur. Indikator ini menjadi sinyal positif bahwa pendekatan persuasif dan kehadiran aktif aparat mampu meredam potensi gangguan.
Dari Sirene ke Senyuman
Namun yang membuat “Patroli Mashur” berbeda adalah sentuhan kemanusiaannya.
Di sela patroli, personel Ditlantas tidak hanya berhenti untuk memantau situasi. Mereka juga menghampiri pengendara ojek, sopir angkot, petugas kebersihan, hingga warga kurang mampu yang masih beraktivitas menjelang Subuh. Satu per satu paket makanan sahur dibagikan, disertai senyum dan sapaan hangat.
Setiap titik patroli mendistribusikan sekitar 50 hingga 100 paket makanan. Lokasi pembagian pun bersifat dinamis, mengikuti evaluasi situasi keamanan dan kebutuhan sosial di lapangan.
Bagi sebagian warga, paket sederhana itu bukan sekadar makanan. Ia menjadi simbol perhatian negara di tengah kesibukan dan keterbatasan. Seorang pengendara yang menerima paket sahur mengaku tak menyangka akan mendapat rezeki dari petugas patroli.
“Biasanya kalau lihat polisi malam-malam, kami pikir razia. Ternyata malah dikasih makan sahur. Rasanya berbeda,” ujarnya sambil tersenyum.
Wajah Humanis Penegakan Hukum
“Patroli Mashur” menunjukkan wajah lain dari institusi kepolisian bukan hanya sebagai penjaga aturan, tetapi juga sebagai bagian dari denyut sosial masyarakat.
Dalam konteks Ramadan, ketika nilai empati dan berbagi menjadi ruh utama, langkah ini terasa relevan. Penegakan hukum tidak berdiri sendiri; ia berjalan beriringan dengan pendekatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Program ini dijadwalkan berlangsung sepanjang Ramadan. Setiap malam, tim bergerak menyisir ruas-ruas jalan, memastikan keamanan tetap terjaga sekaligus menghadirkan sentuhan kemanusiaan di saat-saat paling sunyi.
Di bawah langit yang mulai memudar dari hitam ke biru, saat azan Subuh benar-benar berkumandang, para petugas kembali melanjutkan tugasnya. Jalanan tetap tertib, masyarakat dapat beribadah dengan tenang, dan di sudut-sudut kota, ada perut-perut yang terisi berkat kepedulian yang sederhana namun bermakna.
Di Ramadan ini, “Patroli Mashur” bukan sekadar program. Ia menjadi cerita tentang bagaimana ketegasan bisa berjalan seiring dengan kasih, dan bagaimana keamanan dapat dirajut bersama kepedulian. Sebuah berkah dini hari yang mungkin sunyi, tetapi gaungnya terasa jauh melampaui waktu sahur.
(Mond)
#DirlantasPoldaSumbar #PoldaSumbar #SumateraBarat
